Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BMKG Waspada! Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan Indonesia

Laporan: Firman
Selasa, 08 September 2026 | 12:55 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat yang beraktivitas di laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
 

Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada 8–11 September 2026 dan berpotensi meningkatkan risiko keselamatan bagi berbagai jenis kapal.
 

Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengatakan kondisi gelombang tinggi berkaitan dengan aktivitas angin kencang yang terpantau di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
 

Gelombang hingga 4 Meter, Pelayaran Terancam
 

Agie mengatakan tinggi gelombang di sejumlah perairan dapat mencapai empat meter. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pelayaran, mulai dari kapal berukuran kecil hingga moda transportasi laut berukuran besar.
 

“Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan. Nelayan dengan perahu kecil berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter,” kata Agie dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
 

Menurutnya, BMKG menetapkan sejumlah ambang batas keselamatan berdasarkan jenis kapal dan karakteristik operasionalnya.
 

Nelayan Perahu Kecil Paling Rentan
 

Nelayan dengan perahu kecil menjadi salah satu kelompok yang paling rentan ketika kecepatan angin dan tinggi gelombang melewati batas aman.
 

Untuk kapal tongkang, operator diminta mewaspadai kondisi angin lebih dari 16 knot dengan gelombang di atas 1,5 meter.
 

Sementara itu, kapal feri penyeberangan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter.
 

Sedangkan kapal kargo dan kapal pesiar juga memiliki batas keselamatan yang perlu diperhatikan.
 

“Adapun kapal kargo dan kapal pesiar juga menghadapi risiko apabila kecepatan angin melebihi 27 knot disertai gelombang mencapai empat meter. Karena itu, operator kapal diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum dan selama melakukan pelayaran,” ucap Agie.
 

Angin hingga 25 Knot
 

Potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi aktivitas angin kencang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
 

BMKG memperkirakan kecepatan angin dapat mencapai 25 knot di beberapa kawasan yang berpotensi mengalami kondisi laut lebih berbahaya.
 

Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain:
 

1. Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias hingga Lampung; 

2. Samudra Hindia selatan Banten; 

3. Laut Jawa; 

4. Selat Makassar bagian selatan; 

5. Laut Maluku. 
 

Kondisi angin tersebut dapat memicu peningkatan tinggi gelombang dan berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran.
 

Gelombang 2,5–4 Meter Mengintai Selatan Indonesia
 

BMKG memprakirakan gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
 

Daerah tersebut meliputi:
 

1. Samudra Hindia selatan Jawa; 

2. Bali; 

3. Nusa Tenggara Barat (NTB); 

4. Nusa Tenggara Timur (NTT); 

5. Samudra Hindia sebelah barat Mentawai; 

6. Lampung. 
 

Masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, serta pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas.
 

Gelombang Sedang Juga Berpotensi Terjadi
 

Selain gelombang tinggi, sejumlah perairan lainnya berpotensi mengalami gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter.
 

Wilayah tersebut meliputi:
 

1. Selat Malaka bagian utara; 

2. Laut Jawa; 

3. Selat Makassar; 

4. Laut Sumbawa; 

5. Laut Flores; 

6. Laut Banda; 

7. Laut Arafuru; 

8. Samudra Pasifik utara Maluku. 
 

Meski berada dalam kategori lebih rendah dibandingkan gelombang 2,5–4 meter, kondisi tersebut tetap perlu diperhitungkan, terutama bagi kapal berukuran kecil.
 

BMKG Minta Jangan Abaikan Cuaca Maritim
 

BMKG mengimbau nelayan dan operator transportasi laut tidak mengabaikan informasi cuaca maritim sebelum maupun selama pelayaran.
 

Penyesuaian rute hingga penundaan perjalanan perlu dipertimbangkan apabila kondisi aktual di laut telah melampaui ambang batas keselamatan masing-masing jenis kapal.
 

Keselamatan, menurut BMKG, harus menjadi pertimbangan utama sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: