DPR Pasang Syarat Calon Gubernur BI: Wajib Berintegritas dan Independen
RAJAMEDIA.CO – Jakarta - Komisi XI DPR RI menegaskan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo tidak cukup hanya memiliki pengalaman di sektor moneter. Sosok yang dipilih harus memiliki integritas, rekam jejak yang kuat, kapabilitas, serta kemampuan menjaga independensi bank sentral.
Kriteria tersebut dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan perekonomian domestik yang membutuhkan respons kebijakan moneter secara tepat.
Anggota Komisi XI DPR RI Martin Manurung mengatakan Gubernur BI mendatang harus mampu menjalankan bauran kebijakan secara efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas.
Komunikasi ke Pasar Jadi Kemampuan Penting
Martin menilai kemampuan Gubernur BI dalam mengomunikasikan kebijakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan pasar.
Menurutnya, pasar membutuhkan sinyal kebijakan yang jelas agar dapat merespons arah kebijakan moneter secara positif.
“Gubernur BI harus mampu mengomunikasikan kebijakannya dengan baik di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sehingga kebijakannya memperoleh respons pasar yang positif,” ujar Martin dikutip, Senin (10/8/2026).
Ia menilai kemampuan merespons perubahan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kualitas komunikasi kebijakan.
Karena itu, Gubernur BI berikutnya harus mampu menjelaskan setiap kebijakan secara terukur, konsisten, dan mudah dipahami oleh publik maupun pelaku pasar.
Wajib Pegang Teguh UU Bank Indonesia dan UU P2SK
Martin juga mengingatkan Gubernur BI yang baru agar menjalankan amanat peraturan perundang-undangan secara menyeluruh.
Dua regulasi yang menjadi perhatian utama adalah Undang-Undang Bank Indonesia serta Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Menurutnya, kepatuhan terhadap kerangka hukum tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral.
Martin Tak Mau Berspekulasi soal Nama Kandidat
Terkait sejumlah nama yang disebut berpotensi menggantikan Perry Warjiyo, Martin memilih tidak berspekulasi.
Salah satu nama yang sebelumnya ramai disebut adalah Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Namun, Martin menilai pembahasan seharusnya lebih diarahkan pada kualitas dan kapasitas calon daripada sekadar memperdebatkan nama.
Bagi Komisi XI, siapa pun yang nantinya diajukan harus mampu memenuhi standar integritas, kompetensi, dan independensi yang dibutuhkan untuk memimpin bank sentral.
Koordinasi KSSK Jangan Ganggu Independensi BI
Martin juga menyoroti posisi Gubernur BI dalam koordinasi kebijakan ekonomi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Menurutnya, koordinasi antara BI dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Namun, koordinasi tersebut tidak boleh menghilangkan batas independensi Bank Indonesia.
“Serta mampu berkoordinasi dengan seluruh stakeholders dalam KSSK tanpa mengaburkan batas independensi BI,” tegasnya.
Martin menilai kebijakan moneter dan fiskal memang harus saling mendukung. Namun, masing-masing institusi tetap harus menjalankan kewenangan sesuai mandat dan koridor yang telah ditetapkan.
Nama Calon Definitif Belum Dikirim ke DPR
Sementara itu, pemerintah hingga Jumat (7/8/2026) belum menyampaikan nama calon definitif Gubernur BI kepada DPR RI.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan Surat Presiden (Surpres) terkait pengajuan calon Gubernur BI masih dalam proses internal pemerintah.
Dengan demikian, proses penentuan pengganti Perry Warjiyo masih menunggu keputusan resmi pemerintah sebelum masuk ke tahapan pembahasan dan proses politik di DPR RI.
DPR Tunggu Sosok yang Kredibel dan Independen
Komisi XI menegaskan pergantian Gubernur BI bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum menentukan arah kepemimpinan bank sentral di tengah dinamika ekonomi global.
Sosok yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga stabilitas rupiah, kredibilitas kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengorbankan independensi Bank Indonesia.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Nasional 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu