Prabowo Pangkas "Anak Cucu" BUMN, Pertamina dan PLN Diminta Lebih Ramping
RAJAMEDIA.CO – Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan sejumlah lapisan struktur (layer) serta anak dan cucu perusahaan di lingkungan Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk membuat struktur perusahaan negara lebih ramping sehingga proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Arahan itu disampaikan Presiden saat menerima Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).
Prabowo Ingin Struktur BUMN Lebih Ramping
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo secara khusus memerintahkan pengurangan lapisan organisasi di lingkungan Pertamina, PLN, maupun BUMN lainnya.
“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer. Dan juga anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” ujar Teddy melalui akun Facebook resmi Setkab RI, Minggu (9/8/2026).
Menurut Teddy, pemangkasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perusahaan negara.
Struktur yang terlalu panjang dinilai dapat membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat dan menambah beban pengelolaan perusahaan.
Keputusan Dipercepat, Produktivitas Digenjot
Teddy menjelaskan, kebijakan tersebut memiliki tiga sasaran utama, yakni mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga efisiensi BUMN.
“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” ujarnya.
Dengan struktur yang lebih sederhana, pemerintah berharap perusahaan negara dapat bergerak lebih responsif dalam menghadapi perubahan serta mengambil keputusan bisnis secara lebih efektif.
Pertamina Laporkan Kemajuan Program B50
Dalam pertemuan tersebut, Simon A. Mantiri juga melaporkan perkembangan Program Mandatori B50, yakni penggunaan biodiesel dengan kandungan 50 persen.
Program B50 sebelumnya telah diluncurkan Presiden Prabowo pada Juli 2026 sebagai bagian dari agenda pemerintah memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu,” kata Teddy.
Selain perkembangan B50, Simon juga melaporkan kesiapan infrastruktur untuk mendukung tahapan persiapan mandatori bioethanol yang sedang disiapkan pemerintah.
Pemangkasan Jadi Bagian Reformasi Tata Kelola BUMN
Pertemuan Prabowo dan Dirut Pertamina tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program energi serta penguatan tata kelola perusahaan negara.
Arahan pemangkasan layer dan anak-cucu perusahaan menunjukkan keinginan pemerintah untuk membangun struktur BUMN yang lebih sederhana dan efektif.
Pemerintah berharap langkah tersebut tidak sekadar mengurangi struktur organisasi, tetapi juga menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, biaya yang lebih efisien, serta produktivitas perusahaan yang semakin tinggi.
Dengan demikian, reformasi struktur BUMN diarahkan bukan hanya untuk merampingkan organisasi, tetapi memastikan perusahaan negara mampu bergerak lebih lincah dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Nasional 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu