BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada 21–24 September 2026 dan perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.
Angin hingga 25 Knot
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan serupa.
Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, serta Selat Makassar bagian selatan. Kondisi angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.
Gelombang 1,25–2,5 Meter Meluas
BMKG memperkirakan gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga perairan Papua.
Kondisi gelombang tersebut masuk kategori sedang dan tetap perlu diperhatikan oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Samudra Hindia Berpotensi 2,5–4 Meter
Gelombang lebih tinggi, yakni 2,5–4 meter, berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia.
Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi perairan barat Lampung, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, selatan Banten, selatan Jawa Tengah, selatan DI Yogyakarta, selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat.
Khusus Banten, data BMKG terbaru mencatat potensi gelombang 2,5–4 meter di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, sementara perairan selatan Pandeglang dan selatan Lebak berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.
Nelayan dan Operator Kapal Diminta Waspada
BMKG mengingatkan kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan operator kapal.
Perahu nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi ketika angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter. Untuk kapal feri, kewaspadaan diperlukan ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dan gelombang lebih dari 2,5 meter.
Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu memperhatikan kondisi ketika kecepatan angin melampaui 27 knot dan tinggi gelombang lebih dari 4 meter.
Ikuti Informasi Maritim BMKG
BMKG meminta masyarakat dan pelaku pelayaran memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan perjalanan laut.
Peringatan gelombang tinggi dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Karena itu, informasi terbaru dari BMKG perlu menjadi acuan dalam menentukan aktivitas pelayaran.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Nasional 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Politik | 21 jam yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu