Ara-Luhut Gaspol! Program 3 Juta Rumah Ngebut, KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pemerintah tancap gas mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatukan langkah untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional agar lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026) itu menjadi sinyal kuat bahwa sektor perumahan tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Data BPS Jadi Fondasi Kebijakan
Maruarar mengatakan pemerintah kini mengandalkan data by name by address dari Badan Pusat Statistik (BPS) agar seluruh bantuan dan program perumahan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Menurutnya, penggunaan teknologi dan data menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang lebih akurat, transparan, dan efektif.
"Fokus kami adalah membangun ekosistem perumahan yang lebih transparan, cepat, tepat sasaran, dan berbasis teknologi serta data," ujar Maruarar.
Regulasi hingga Pembiayaan Disinkronkan
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas sinkronisasi berbagai aspek yang selama ini menjadi tantangan pembangunan perumahan.
Mulai dari regulasi, pembiayaan, penyediaan lahan, hingga pemanfaatan teknologi akan diselaraskan agar seluruh ekosistem bergerak dalam satu arah.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Akad Massal 133 Ribu Rumah Disiapkan
Maruarar juga melaporkan kesiapan pemerintah menggelar akad massal 62.000 rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.
Tak berhenti di situ, pemerintah menargetkan kembali menggelar akad massal 71.000 rumah subsidi pada Desember 2026.
Dengan demikian, total 133 ribu rumah subsidi akan direalisasikan melalui dua agenda besar tersebut.
KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun
Kabar menggembirakan lainnya datang dari sektor pembiayaan.
Tingginya minat masyarakat terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan membuat pemerintah menaikkan plafon pembiayaan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Menurut Maruarar, peningkatan ini menunjukkan sektor perumahan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Rusun Meikarta Masuk Pembahasan
Pemerintah juga membahas percepatan pembangunan rumah susun melalui kolaborasi pemerintah dan swasta.
Salah satu proyek yang dibahas adalah pengembangan sekitar 141.000 unit rumah susun di kawasan Meikarta, disertai upaya penyelesaian berbagai persoalan perumahan melalui pendekatan BENAR PKP.
Optimistis Target 3 Juta Rumah Tercapai
Maruarar menegaskan keberhasilan Program 3 Juta Rumah hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ia optimistis semakin banyak rakyat Indonesia dapat memiliki rumah yang layak, berkualitas, dan terjangkau.
"Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kami optimistis Program 3 Juta Rumah akan semakin cepat terwujud sehingga semakin banyak rakyat Indonesia memiliki hunian yang layak," tegas Maruarar.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Parlemen 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Ekbis | 2 hari yang lalu