Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Narkoba di Bali Disebut Sudah “MLM”! DPR: Jaringan Berlapis, Sulit Diputus

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 12 April 2026 | 08:25 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi - Humas DPR -
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Denpasar, Legislator — Alarm bahaya narkoba di Bali makin keras. Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengungkap pola peredaran narkoba kini tak lagi sederhana—melainkan sudah menyerupai sistem bisnis modern berjenjang, seperti MLM.
 

Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan kerja Komisi III di Kejaksaan Tinggi Bali, Jumat (10/4/2026).
 

Jaringan Berlapis: Bandar hingga Level Desa
 

Menurut Aboe Bakar, struktur jaringan narkoba kini semakin rapi dan sistematis.
 

“Sudah seperti MLM. Ada bandar, manajer lapangan, sampai pengedar di tingkat desa,” tegasnya.
 

Model berlapis ini membuat peredaran makin luas dan sulit dilacak.
 

Bisnis Haram dengan Uang Menggiurkan
 

Ia menilai besarnya perputaran uang menjadi bahan bakar utama maraknya bisnis narkoba.
 

“Ini bisnis dengan keuntungan besar. Wajar kalau jaringannya terus berkembang,” ujarnya.
 

Faktor ekonomi inilah yang membuat peredaran narkoba semakin masif dan sulit dikendalikan.
 

Waspada: Diduga Dikendalikan dari Lapas
 

Aboe Bakar juga menyoroti potensi jaringan narkoba yang masih dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.
 

Ia meminta pengawasan diperketat agar lapas tidak menjadi “markas” pengendali jaringan.
 

BNN dan Lapas Harus Kompak
 

Untuk memutus rantai peredaran, ia menekankan pentingnya sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan lembaga pemasyarakatan.
 

“Kalau tidak ada kerja sama kuat, jaringan ini akan terus tumbuh,” katanya.
 

DPR: Jangan Sampai Negara Kalah
 

Komisi III DPR RI memastikan akan terus mengawasi upaya pemberantasan narkoba.
 

Bagi Aboe Bakar, ancaman ini sudah sangat serius dan tidak bisa dianggap biasa.
 

Pesannya tegas: jaringan narkoba makin canggih—negara harus lebih kuat, atau siap kalah di medan perang senyap ini.rajamedia

Komentar: