Menteri Ara Gaspol di NTT! 11 Ribu Rumah Rakyat Disiapkan, Kolaborasi Jadi Kunci
RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tancap gas mempercepat program perbaikan rumah rakyat di Indonesia Timur.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (21/4/2026), Ara mengungkap pertemuan strategis bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Komisaris Utama Taspen Fary Djemy Francis.
Fokusnya satu: memperkuat sinergi program perumahan untuk rakyat.
Target Besar: 11 Ribu Rumah di NTT
Ara membeberkan rencana ambisius untuk Nusa Tenggara Timur pada 2026.
Setiap kabupaten/kota ditargetkan minimal mendapatkan 500 unit bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dengan total 22 daerah, angka itu menembus sekitar 11.000 unit rumah.
Bukan Sekadar Angka
Ara menegaskan, program ini bukan hanya soal statistik pembangunan.

“Ini bukan sekadar angka. Ini tentang mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tulisnya.
Pesan itu menegaskan arah kebijakan: pembangunan harus terasa langsung oleh rakyat.
Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam pertemuan tersebut, Ara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga seperti Taspen.
Menurutnya, tanpa kolaborasi kuat, program besar berisiko meleset dari sasaran.
“Kolaborasi harus terus diperkuat agar program ini tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya.
Rumah Layak, Hidup Lebih Baik
Ara menutup pesannya dengan visi yang lebih luas: program perumahan bukan hanya membangun fisik, tapi membangun kualitas hidup.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya punya rumah, tapi juga hidup lebih layak.”
Jika target ini tercapai, ribuan keluarga di NTT akan keluar dari jerat rumah tidak layak huni. Kuncinya satu: sinergi jangan berhenti di rapat—harus terasa sampai ke pintu rumah rakyat.![]()
Peristiwa 6 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu