Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menteri Ara Dorong Terobosan Hukum, Rusun Subsidi Perkotaan Siap Dibangun 2026

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 14 Januari 2026 | 10:55 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat menjawab pertanyaan wartawan - Repro -
Menteri PKP Maruarar Sirait saat menjawab pertanyaan wartawan - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Perumahan Rakyat — Pemerintah mempercepat penyusunan regulasi rumah susun (rusun) subsidi di kawasan perkotaan seiring rencana dimulainya pembangunan fisik pada tahun 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, terobosan hukum menjadi kunci agar lahan-lahan strategis di kota dapat dimanfaatkan untuk hunian rakyat.
 

Hal itu disampaikan Maruarar usai melakukan pembahasan bersama Kementerian Hukum terkait penyusunan draf aturan rusun subsidi.
 

“Tahun ini kita akan memulai pembangunan, sehingga perlu dibuat terobosan-terobosan hukum supaya lahan-lahan bisa dipakai,” ujar Menteri yang akrab disapa Ara kepada awak media di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
 

Regulasi Bunga dan Perlindungan Konsumen
 

Selain aspek pemanfaatan lahan, Ara juga menekankan pentingnya pengaturan skema bunga pembiayaan agar hak masyarakat tetap terlindungi, tanpa menghambat iklim usaha sektor perumahan.
 

Menurutnya, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional.
 

“Karena kata Pak Presiden, sektor perumahan ini bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi dengan signifikan,” tegasnya.
 

Meikarta Masuk Opsi Lokasi
 

Terkait lokasi pembangunan rusun subsidi, Maruarar mengungkapkan pihaknya telah meminta data kesiapan lahan dari Perum Perumnas maupun pengembang swasta. Salah satu kawasan yang masuk dalam radar pemerintah adalah Meikarta.
 

“Kita lihat kesiapannya. Tapi salah satunya di Meikarta,” ungkap Ara.
 

Kejar Target 3 Juta Rumah
 

Dengan percepatan regulasi rusun subsidi dan penguatan pembiayaan perumahan, pemerintah optimistis program perumahan dapat mendukung target pembangunan 3 juta rumah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.rajamedia

Komentar: