Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kemenlu Siaga! WNI di Iran Diminta Waspada Pascaserangan AS-Israel

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:22 WIB
--
--

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Situasi keamanan di Iran memanas. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus mencermati perkembangan pascaserangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel.
 

Imbauan resmi dikeluarkan: seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi arahan otoritas setempat.
 

KBRI Teheran Pantau Ketat
 

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia Teheran memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 09.45 waktu setempat.
 

Pemerintah kini melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan guna menentukan langkah perlindungan lanjutan.
 

“KBRI Teheran memfokuskan komunikasi intensif dengan WNI di Iran serta menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret guna memastikan keselamatan dan keamanan mereka,” ujar Yvonne dalam pernyataan tertulis di Jakarta.
 

Hotline Darurat Dibuka
 

Kemlu memastikan jalur komunikasi darurat tetap aktif bagi WNI yang membutuhkan bantuan segera:
 

1. KBRI Teheran: +98 9914668845 / +98 902 466 8889

2. Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu: +62 812-9007-0027
 

WNI juga diminta rutin melakukan lapor diri dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI untuk memudahkan proses evakuasi bila situasi memburuk.
 

Serangan Kedua di Era Trump
 

Serangan Sabtu (28/2) disebut sebagai operasi militer kedua yang diperintahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Iran sejak Juni 2025.
 

Trump menyatakan operasi berskala besar itu dilakukan untuk meniadakan ancaman pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.
 

Langkah militer ini mengejutkan publik internasional. Pasalnya, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menjalani tiga putaran perundingan program nuklir secara tidak langsung yang dimediasi Oman, berlangsung di Muscat dan Jenewa.
 

Beberapa poin penting yang sempat dicapai dalam pembicaraan tersebut antara lain:
 

- Pembatasan pengayaan dan stok uranium Iran

- Verifikasi penuh oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA)

- Pembahasan pencabutan sanksi ekonomi sebagai imbalan kepatuhan
 

Namun eskalasi militer terbaru berpotensi meruntuhkan fondasi diplomasi yang tengah dibangun.
 

Waspada Gelombang Dampak
 

Kemlu RI akan terus memantau perkembangan, termasuk potensi gelombang pengungsian dan gangguan keamanan sipil yang lebih luas.
 

Pesan pemerintah tegas: keselamatan WNI adalah prioritas utama.
 

Di tengah ketegangan geopolitik, satu hal tak boleh lengah—komunikasi, kewaspadaan, dan solidaritas antarwarga Indonesia di perantauan.rajamedia

Komentar: