Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Yenny Wahid: Demonstrasi Chaos Bukan Kultur NU, Semua Perbedaan Harus Dimusyawarahkan

Laporan: Firman
Senin, 31 Agustus 2026 | 00:15 WIB
Yenny Wahid - Repro -
Yenny Wahid - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jombang - Politikus perempuan Yenny Wahid menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang diwarnai kemarahan, kekacauan hingga perusakan fasilitas umum bukanlah cerminan kultur Nahdlatul Ulama (NU).
 

Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan, NU memiliki tradisi panjang dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, bukan dengan tindakan anarkis.
 

“Sebetulnya demonstrasi, lalu kemudian chaos, marah-marah itu bukan kulturnya NU. Kultur NU itu musyawarah. Semua hal, semua perbedaan seyogianya dimusyawarahkan,” ujar Yenny di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
 

Musyawarah Adalah Kultur NU
 

Pernyataan Yenny disampaikan merespons dinamika yang muncul dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Dalam rangkaian forum tersebut, sempat terjadi aksi demonstrasi dan ketegangan menyusul sejumlah keputusan yang diambil dalam forum tertinggi organisasi.
 

Menurut Yenny, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi besar seperti NU. Namun, perbedaan tersebut semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang telah menjadi bagian dari tradisi organisasi.
 

Ia mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga marwah NU.
 

Kritik Keras terhadap Aksi Anarkis
 

Yenny juga menyayangkan munculnya tindakan yang menurutnya tidak mencerminkan sikap warga NU dalam menyikapi kekecewaan terhadap sebuah keputusan.
 

Ia menegaskan, ketidakpuasan terhadap hasil muktamar tidak boleh dilampiaskan dengan tindakan yang merusak fasilitas maupun mengganggu jalannya forum.


“Kalau ada yang kecewa dengan hasil keputusan bukan kemudian dengan cara ngamuk-ngamuk, merusak fasilitas, merusak AC dan lain sebagainya. Itu bukan caranya NU,” tegasnya.
 

Jaga Marwah Organisasi
 

Bagi Yenny, dinamika dalam Muktamar seharusnya menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi. Perbedaan pendapat boleh terjadi, tetapi penyelesaiannya harus tetap berada dalam koridor musyawarah dan penghormatan terhadap keputusan bersama.
 

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan NU bukan terletak pada kerasnya pertentangan, melainkan pada kemampuan merawat perbedaan melalui musyawarah dan persaudaraan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: