Yenny Wahid: Demonstrasi Chaos Bukan Kultur NU, Semua Perbedaan Harus Dimusyawarahkan
RAJAMEDIA.CO - Jombang - Politikus perempuan Yenny Wahid menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang diwarnai kemarahan, kekacauan hingga perusakan fasilitas umum bukanlah cerminan kultur Nahdlatul Ulama (NU).
Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan, NU memiliki tradisi panjang dalam menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, bukan dengan tindakan anarkis.
“Sebetulnya demonstrasi, lalu kemudian chaos, marah-marah itu bukan kulturnya NU. Kultur NU itu musyawarah. Semua hal, semua perbedaan seyogianya dimusyawarahkan,” ujar Yenny di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Musyawarah Adalah Kultur NU
Pernyataan Yenny disampaikan merespons dinamika yang muncul dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Dalam rangkaian forum tersebut, sempat terjadi aksi demonstrasi dan ketegangan menyusul sejumlah keputusan yang diambil dalam forum tertinggi organisasi.
Menurut Yenny, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi besar seperti NU. Namun, perbedaan tersebut semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang telah menjadi bagian dari tradisi organisasi.
Ia mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga marwah NU.
Kritik Keras terhadap Aksi Anarkis
Yenny juga menyayangkan munculnya tindakan yang menurutnya tidak mencerminkan sikap warga NU dalam menyikapi kekecewaan terhadap sebuah keputusan.
Ia menegaskan, ketidakpuasan terhadap hasil muktamar tidak boleh dilampiaskan dengan tindakan yang merusak fasilitas maupun mengganggu jalannya forum.
“Kalau ada yang kecewa dengan hasil keputusan bukan kemudian dengan cara ngamuk-ngamuk, merusak fasilitas, merusak AC dan lain sebagainya. Itu bukan caranya NU,” tegasnya.
Jaga Marwah Organisasi
Bagi Yenny, dinamika dalam Muktamar seharusnya menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi. Perbedaan pendapat boleh terjadi, tetapi penyelesaiannya harus tetap berada dalam koridor musyawarah dan penghormatan terhadap keputusan bersama.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan NU bukan terletak pada kerasnya pertentangan, melainkan pada kemampuan merawat perbedaan melalui musyawarah dan persaudaraan.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Info Haji 1 minggu yang lalu
Ekbis | 4 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu