Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi XII DPR RI Soroti Isu RON Oplosan, Pertamina: BBM Kami Sesuai Standar!

Laporan: Firman
Rabu, 26 Februari 2025 | 19:33 WIB
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi. - Foto: Dok DPR/RMN -
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi. - Foto: Dok DPR/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, 26 Februari 2025 – Komisi XII DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang panas! Kali ini, yang jadi sorotan bukan hanya stok BBM menjelang Lebaran, tapi juga isu liar soal oplosan RON yang bikin masyarakat waswas.
 

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, muncul dugaan bahwa Pertalite (RON 90) dioplos dengan BBM berkualitas lebih tinggi. Bambang menegaskan bahwa isu ini tak bisa dibiarkan begitu saja karena menyangkut kepercayaan publik terhadap kualitas BBM yang mereka beli setiap hari.
 

"Selain memastikan pasokan BBM aman menjelang Lebaran dan bulan puasa, isu terbaru yang mencuat adalah soal RON oplosan. Apakah ini mungkin terjadi? Bagaimana sistem pengawasannya?" kata Bambang di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
 

Ia pun mengingatkan bahwa pemerintah harus memastikan standar BBM yang dijual di SPBU benar-benar sesuai regulasi. Jangan sampai masyarakat jadi korban dari informasi simpang siur yang bikin mereka bingung dan curiga.
 

Pertamina: "Tenang, BBM Kita Aman!"
 

Menanggapi tudingan yang berkembang, Plt Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, langsung pasang badan. Dia memastikan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan praktik oplosan BBM dan bahwa produk yang dijual sudah sesuai dengan spesifikasi dari sumbernya.
 

"Untuk Pertalite, kami menerima produk dalam bentuk RON 90. Begitu juga dengan Pertamax, yang masuk sudah dalam bentuk RON 92. Semua produk sudah sesuai spesifikasinya dan tidak ada perubahan RON," tegas Mars Ega.
 

Pertamina, lanjutnya, mendapatkan pasokan BBM dari dua sumber utama, yakni kilang dalam negeri dan impor dari luar negeri. BBM yang masuk pun langsung melalui uji kualitas ketat di terminal-terminal Pertamina, sebelum didistribusikan ke SPBU.
 

"Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Bareskrim untuk mengawasi kualitas BBM di lapangan. Jangan sampai ada oknum yang bermain dan merugikan masyarakat," tambahnya.
 

Komisi XII DPR RI Minta Pengawasan Lebih Ketat
 

Komisi XII DPR RI menegaskan bahwa mereka tak akan tinggal diam. Bambang Haryadi meminta agar pengawasan terhadap kualitas BBM terus diperketat, agar tidak ada ruang bagi praktik curang yang bisa merugikan masyarakat.
 

"Masyarakat harus mendapatkan BBM berkualitas sesuai dengan yang mereka bayar. Jangan sampai ada spekulasi yang menyesatkan. Pertamina dan pihak terkait harus lebih transparan dalam pengawasan dan penyampaian informasi," ujarnya.
 

Dengan rapat ini, DPR berharap isu RON oplosan segera mendapat kepastian, sementara masyarakat bisa lebih tenang membeli BBM tanpa perlu curiga. Yang jelas, Pertamina sudah bersumpah BBM mereka aman, sekarang tinggal pengawasan lebih ketat biar tak ada yang main curang!rajamedia

Komentar: