Ace Hasan Ajak Alumni UIN Jakarta Kawal Masa Depan Pendidikan Tinggi Islam
RAJAMEDIA.CO - Tangerang Selatan — Bulan Ramadhan kembali menjadi momentum mempererat kebersamaan para alumni Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN). Melalui agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, para alumni berkumpul sekaligus berdiskusi tentang masa depan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Serpong, Jumat (13/3/2026) sore itu menghadirkan tokoh akademisi, pejabat pemerintah, hingga pimpinan perguruan tinggi. Selain mempererat ukhuwah, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk membahas arah pengembangan pendidikan tinggi Islam ke depan.
Ketua Umum PP IKALUIN, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ruang memperkuat jejaring alumni yang tersebar di berbagai bidang.
Ramadhan Jadi Tradisi Silaturahmi Alumni
Ace Hasan menyebutkan, kegiatan silaturahmi Ramadhan telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh para alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Menurutnya, alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor—mulai dari akademisi, birokrasi, hingga dunia profesional—memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjaga ikatan kebersamaan dengan almamater.

“Ramadhan menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi antaralumni. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kontribusi bagi kampus serta masyarakat,” ujar Ace dalam sambutannya.
Ia menambahkan, jejaring alumni yang kuat dapat menjadi kekuatan besar bagi pengembangan institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi Islam.
Alumni Punya Peran Strategis
Ace juga menekankan bahwa alumni memiliki peran penting dalam mengawal perkembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Menurutnya, kampus-kampus Islam saat ini menghadapi tantangan besar di tengah perubahan zaman, mulai dari perkembangan teknologi, tuntutan kualitas riset, hingga persaingan global antarperguruan tinggi.
Karena itu, peran alumni tidak boleh berhenti pada nostalgia terhadap kampus, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata.
“Alumni harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kita punya pengalaman, jaringan, dan kapasitas untuk ikut mengawal perkembangan pendidikan tinggi Islam agar semakin maju dan relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk terus memberikan gagasan, dukungan, serta kolaborasi yang dapat memperkuat posisi perguruan tinggi Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Diskusi Masa Depan Pendidikan Tinggi Islam
Selain silaturahmi dan buka puasa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan diskusi publik mengenai arah dan masa depan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
_1773462584.jpg)
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pejabat pemerintah yang membahas berbagai tantangan pendidikan tinggi Islam, mulai dari penguatan riset, integrasi ilmu agama dan sains, hingga peningkatan daya saing global.
Diskusi tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi pengembangan perguruan tinggi Islam di masa depan.
Kebersamaan Alumni di Bulan Suci
Acara ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah dan ramah tamah antaralumni.
Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam pertemuan tersebut. Para alumni yang datang dari berbagai angkatan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan memperkuat jejaring.
_1773462705.jpg)
Melalui kegiatan ini, IKALUIN berharap silaturahmi yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan antaralumni, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.![]()
Daerah 1 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu