Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi X DPR Gaspol! Akses Kuliah di Kalimantan Diperluas, Beasiswa Digenjot

Laporan: Halim Dzul
Senin, 13 April 2026 | 10:18 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Foto: Dok Humas DPR -
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Foto: Dok Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Banjarmasin, Legislator — Terobosan akses pendidikan tinggi di Kalimantan mulai menuai apresiasi. Komisi X DPR RI menilai langkah membuka program studi di daerah hingga memperluas beasiswa sebagai jurus tepat memutus ketimpangan pendidikan.
 

Apresiasi itu disampaikan langsung Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat memimpin kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Banjarmasin, Jumat (10/4/2026).
 

PSDKU Jadi Senjata Buka Akses
 

Dalam dialog bersama kampus dan pemangku kepentingan, Hetifah menyoroti pentingnya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
 

Salah satu contoh konkret datang dari Universitas Lambung Mangkurat yang telah membuka PSDKU di berbagai daerah.
 

“Jarak yang jauh dari Banjarmasin kini bukan lagi penghalang. Akses pendidikan tinggi jadi lebih terbuka,” tegas Hetifah.
 

Beasiswa Jadi Penopang Utama
 

Tak hanya membuka akses, pembiayaan juga jadi perhatian serius. Pemerintah daerah di Kalimantan Selatan dinilai aktif memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa.
 

Menurut Hetifah, ini adalah praktik baik yang harus diperluas.
 

“Beasiswa dari pemerintah daerah sangat membantu masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

 

Dunia Usaha Ikut Turun Tangan
 

Perluasan akses pendidikan tak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Dunia usaha juga didorong ikut ambil peran.
 

Skema beasiswa dari perusahaan dinilai mampu memperkuat daya jangkau pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
 

“Kolaborasi dengan dunia usaha menjadi faktor penting,” imbuh Hetifah.
 

Kolaborasi Jadi Kunci Besar
 

Komisi X DPR menekankan, perluasan akses pendidikan harus dibangun lewat sinergi banyak pihak: pemerintah pusat, daerah, kampus, hingga sektor swasta.
 

Tanpa kolaborasi, upaya ini akan berjalan lambat.
 

Bukan Sekadar Masuk Kampus, Tapi Harus Lulus
 

Hetifah mengingatkan, akses pendidikan tidak cukup hanya membuka pintu masuk perguruan tinggi.
 

Yang tak kalah penting adalah memastikan mahasiswa bisa bertahan hingga lulus.
 

“Harus ada dukungan pembiayaan, infrastruktur, dan kualitas pendidikan,” tegasnya.
 

Menuju Pendidikan Inklusif di Kalimantan
 

Langkah membuka PSDKU, memperluas beasiswa, dan menggandeng dunia usaha menjadi fondasi penting menuju pendidikan tinggi yang inklusif.
 

Pesannya jelas: kuliah bukan lagi mimpi jauh bagi masyarakat Kalimantan—asal semua pihak terus bergerak bersama.rajamedia

Komentar: