Komisi II DPR Awasi Bank BJB, Dorong BUMD Jadi Mesin Ekonomi Daerah
RAJAMEDIA.CO - Bandung, Kunker — Komisi II DPR RI menegaskan komitmennya memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penopang utama pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Pusat Bank BJB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja bank daerah dan BUMD agar semakin profesional, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
DPR dan Pemerintah Siapkan Penguatan Struktur BUMD
Kunjungan kerja dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, didampingi Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf dan Bahtra, serta diikuti anggota Komisi II lintas fraksi. Secara khusus, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa turut hadir dalam agenda strategis tersebut.
Rombongan Komisi II DPR RI melakukan pertemuan dan diskusi bersama Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB, serta jajaran terkait. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus sebagai mitra kerja Komisi II DPR RI.
Dalam forum tersebut, Rifqinizamy menegaskan DPR bersama pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat BUMD secara kelembagaan dan regulasi.
“Ke depan, pemerintah akan menghadirkan struktur baru di Kementerian Dalam Negeri berupa direktorat Eselon I yang secara khusus menangani BUMD. Selain itu, kami juga tengah menyiapkan RUU BUMD sebagai payung hukum penguatan badan usaha milik daerah,” tegas Rifqinizamy.
Bank BJB Dinilai Strategis bagi Ekonomi Jawa Barat
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai Bank BJB merupakan salah satu BUMD paling strategis di Indonesia, baik dari sisi kontribusi keuntungan maupun pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Barat.
“Bank BJB adalah contoh BUMD yang memberikan keuntungan besar dan berdampak signifikan bagi ekonomi daerah. Karena itu, perbaikan tata kelola dan pengembangannya menjadi sangat penting agar BUMD benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Dorongan Kuat ke UMKM
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mendorong Bank BJB agar semakin aktif mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan dukungan pembiayaan dan program CSR.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Bank BJB harus hadir sebagai mitra strategis, terutama bagi daerah yang belum memiliki dukungan pembiayaan yang memadai,” kata Dede Yusuf.
Jabar Evaluasi Holding BUMD
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memaparkan bahwa Jawa Barat saat ini memiliki 38 BUMD yang terbagi dalam dua klaster. Sebanyak 29 BUMD bergerak di sektor lembaga keuangan, termasuk Bank BJB, sementara 9 lainnya bergerak di sektor non-keuangan.
“Saat ini Pemprov Jawa Barat sedang melakukan evaluasi pembentukan holding BUMD. Skemanya kurang lebih mengadopsi model Danantara, dengan tujuan memperkuat konsolidasi dan daya saing ekonomi daerah,” jelas Herman.
Komisi II DPR RI berharap penguatan kelembagaan, regulasi, dan tata kelola BUMD mampu menjadikan bank daerah dan BUMD sebagai instrumen strategis pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.![]()
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Daerah | 3 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
