Kang Hero Dorong BUMN Garap Bisnis Air Bersih: Potensinya Besar!
RAJAMEDIA.CO - Bekasi — Sektor air bersih dinilai bisa menjadi ladang bisnis strategis bagi Badan Usaha Milik Negara. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan potensi tersebut saat memimpin kunjungan kerja spesifik ke fasilitas WTJJ SPAM yang dikelola PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur di Kota Bekasi, Jumat (13/3/2026).
Politisi yang akrab disapa Kang Hero itu menilai proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I merupakan infrastruktur vital dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan metropolitan.
SPAM Jatiluhur Pasok Air untuk Empat Wilayah
Menurut Herman Khaeron, fasilitas SPAM Regional Jatiluhur I memiliki kapasitas produksi air hingga 4.750 liter per detik.
Pasokan air tersebut dialokasikan untuk empat wilayah besar:
1. Jakarta
2. Kota Bekasi
3. Kabupaten Bekasi
4. Kabupaten Karawang
Dari total kapasitas tersebut, sekitar 4.000 liter per detik disiapkan untuk Jakarta, sementara sisanya dialokasikan bagi Bekasi dan Karawang.
“Air minum adalah kebutuhan dasar manusia. Penyediaannya merupakan bentuk kehadiran negara melalui BUMN yang bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Kang Hero.
Air baku untuk proyek ini berasal dari Waduk Jatiluhur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II.
Kapasitas Besar, Serapan Masih Rendah
Meski kapasitasnya besar, penyerapan air untuk Jakarta ternyata masih belum optimal. Dari 4.000 liter per detik yang tersedia, saat ini baru sekitar 1.000 liter per detik yang tersalurkan.
Artinya, masih terdapat ruang besar untuk memaksimalkan pemanfaatan air bersih dari fasilitas tersebut.
“Untuk Jakarta bahkan masih over capacity. Dari 4.000 liter per detik yang disiapkan, baru sekitar 1.000 liter per detik yang tersalurkan,” jelasnya.
Perlu Regulasi Nasional yang Lebih Kuat
Kang Hero menilai pengelolaan air bersih di Indonesia perlu diperkuat melalui regulasi nasional yang lebih komprehensif.
Saat ini, layanan air bersih masih didominasi pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Namun menurutnya, ekspansi layanan PDAM belum cukup cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Karena itu, ia mendorong agar pemerintah pusat memiliki peran lebih besar dalam pembangunan infrastruktur air minum melalui proyek SPAM regional seperti di Bekasi.
“Ke depan perlu ada regulasi yang lebih kuat agar pengelolaan air menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Sejalan dengan Program Swasembada Air
Gagasan tersebut juga sejalan dengan visi Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada air.
Menurut Kang Hero, swasembada air berarti seluruh masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi air hasil pengolahan dalam negeri tanpa ketergantungan pada sumber lain.
“Kita ingin seluruh masyarakat bisa menikmati air hasil produksi dalam negeri. Saat ini masih banyak daerah yang kekurangan air bersih,” ujarnya.
Bisnis Air Bersih Dinilai Menguntungkan
Selain sebagai kebutuhan dasar masyarakat, sektor air bersih juga memiliki potensi ekonomi besar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan pengelola, bisnis pengolahan air bersih mampu mencatat Return on Assets (ROA) sekitar 12 persen.
Angka ini dinilai cukup tinggi dibandingkan beberapa sektor usaha BUMN lainnya.
Karena itu, Herman Khaeron mendorong pemerintah memperluas investasi di sektor air bersih, di samping sektor lain seperti pengelolaan sampah dan pangan.
“Bisnis air bersih ini potensinya sangat besar. Selain menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sektor ini juga bisa memberikan keuntungan bagi korporasi jika dikelola secara profesional,” tutupnya.![]()
Daerah 3 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Keamanan | 1 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Daerah | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 13 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 19 jam yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu