Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Genjot Gentengisasi, 2,4 Juta Genteng Majalengka Diangkut 600 Truk

Laporan: Firman
Selasa, 27 Oktober 2026 | 05:55 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait - Ilustrasi RMN -
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memasuki tahap persiapan pengiriman besar-besaran. Sebanyak 2,4 juta keping genteng produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Majalengka, Jawa Barat, dijadwalkan dikirim menggunakan 600 truk pada 8 November 2026.
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan persiapan pengiriman tersebut telah dilakukan. Pemerintah juga mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri kegiatan pelepasan genteng di Majalengka.
 

"Kita sudah siap tanggal 8 November untuk pengiriman 600 truk dan 2,4 juta genteng dari Majalengka. Jadi ini mungkin pengiriman paling besar ya," kata Maruarar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan kebutuhan material perumahan dengan kapasitas produksi perajin lokal. Selain mendukung peningkatan kualitas hunian, program tersebut diharapkan membuka pasar lebih luas bagi UMKM genteng.
 

34 UMKM Bersertifikat SNI, 11 Lainnya Lolos Uji
 

Kementerian PKP menyebut persiapan pengiriman di Majalengka melibatkan 45 perajin. Dari jumlah tersebut, 34 perajin telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan 11 lainnya telah lolos uji keandalan mekanis.
 

Pemenuhan standar kualitas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program gentengisasi. Pemerintah ingin produk UMKM yang digunakan untuk mendukung program perumahan memenuhi persyaratan mutu dan dapat diandalkan.
 

Maruarar menilai pelaku usaha lokal mampu menghasilkan produk berkualitas apabila memperoleh pembinaan, pendampingan sertifikasi, dan dukungan pembiayaan yang memadai.
 

"Produk UMKM ya, genteng dari tanah liat, kualitasnya itu terjaga sehingga UMKM-nya juga maju tetapi berkualitas karena ada standar," ujarnya.
 

Menurutnya, program ini bukan semata-mata pengadaan material dalam jumlah besar, melainkan juga kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing.
 

Dukung Bedah Rumah di Jawa Barat
 

Pengiriman genteng dari Majalengka diarahkan untuk mendukung kebutuhan program perumahan, termasuk Program Bedah Rumah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut kebutuhan genteng untuk program bedah rumah di wilayahnya berpotensi mencapai sekitar 15 juta keping.
 

Sementara itu, Menteri PKP menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat target renovasi sekitar 49.000 rumah di Jawa Barat.
 

Meski demikian, mekanisme distribusi 2,4 juta keping genteng tersebut masih dikoordinasikan lebih lanjut bersama pihak terkait. Karena itu, jumlah genteng yang disiapkan tidak serta-merta berarti seluruhnya telah dialokasikan untuk rumah dengan penerima manfaat yang sudah ditetapkan.
 

Pemerintah berharap ketersediaan material dari perajin lokal dapat membantu pelaksanaan renovasi rumah sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
 

Kebumen dan Trenggalek Ikut Disiapkan
 

Pengembangan program gentengisasi juga diarahkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah menyiapkan sentra produksi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, serta Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
 

Untuk Kebumen, pemerintah menyiapkan sekitar satu juta keping genteng dengan agenda kegiatan yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026.
 

Adapun di Jawa Timur, persiapan diarahkan pada penyediaan sekitar 800.000 keping genteng. Trenggalek menjadi lokasi yang dipersiapkan, sementara jadwal peluncurannya masih dalam tahap koordinasi.
 

Pengembangan sentra di tiga provinsi ini diharapkan memperkuat pasokan material perumahan berbasis potensi daerah. Pemerintah juga ingin kebutuhan genteng di masing-masing wilayah dapat dipenuhi melalui produksi lokal sehingga membuka peluang usaha bagi perajin setempat.
 

BRI dan Bank Jabar Dukung Pembiayaan UMKM
 

Maruarar mengatakan persiapan program turut didukung sektor perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jabar. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memenuhi kebutuhan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi.
 

Di sisi lain, pendampingan sertifikasi dan peningkatan kualitas produk menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri genteng lokal yang lebih kuat.
 

"Jadi kita sudah persiapkan selama ini, dari perbankannya sudah dibantu dari Bank BRI dan Bank Jabar untuk pembiayaan. Kemudian dari sertifikasinya juga sudah ada dari Kementerian Perindustrian," kata Maruarar.
 

Kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diharapkan membuat UMKM tidak hanya memperoleh pesanan dari program pemerintah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperluas pasar secara berkelanjutan.
 

Target Renovasi 400 Ribu Rumah Secara Nasional
 

Program gentengisasi berjalan dalam konteks upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Maruarar menyebut target renovasi rumah secara nasional pada 2026 mencapai 400.000 unit.
 

Target nasional tersebut berbeda dengan target sekitar 49.000 rumah yang disampaikan untuk Jawa Barat.
 

Melalui program ini, pemerintah berupaya menyinergikan agenda perbaikan rumah dengan pemberdayaan industri lokal. Keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan produksi, konsistensi kualitas, akses pembiayaan, serta ketepatan distribusi material kepada penerima manfaat.
 

Pengiriman 2,4 juta genteng dari Majalengka pada 8 November mendatang menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan program tersebut. Presiden Prabowo telah diundang untuk menghadiri kegiatan itu, tetapi kepastian kehadirannya tetap menunggu konfirmasi resmi.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: