Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Indonesia Gaungkan Inklusi Global di Istanbul, DPR: Hak Disabilitas Bukan Wacana!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 18 April 2026 | 21:28 WIB
Anggota BKSAP DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia - Foto: Humas DPR -
Anggota BKSAP DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia - Foto: Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Istanbul, Legislator —  Delegasi DPR RI tancap gas di panggung dunia! Lewat forum parlemen internasional, Indonesia menyuarakan pesan tegas: inklusi bukan slogan—harus jadi aksi nyata.
 

Lewat keikutsertaan dalam Sidang Umum ke-152 Inter-Parliamentary Union di Istanbul, delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan komitmen kuat terhadap perlindungan dan kesetaraan penyandang disabilitas.
 

Delegasi DPR RI Tampil Solid di Forum Global
 

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh bersama Irine Yusiana Roba Putri dan Ruby Chairani Syiffadia.
 

Mereka hadir membawa mandat konstitusi—memastikan suara kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, tidak lagi terpinggirkan dalam pembangunan global.
 

Ruby: Regulasi Sudah Ada, Implementasi Jangan Mandek!
 

Dalam sesi Demokrasi dan HAM, Ruby menohok persoalan klasik: aturan ada, tapi implementasi sering mandek.
 

“Mengadopsi undang-undang hanyalah langkah awal. Tantangan utama ada di pelaksanaannya,” tegasnya.
 

Ia mengingatkan, dengan jumlah penyandang disabilitas global mencapai sekitar satu miliar orang, isu ini bukan lagi pinggiran—melainkan arus utama pembangunan dunia.
 

Strategi DPR: Dari Anggaran hingga Lapangan Kerja
 

DPR RI tak datang dengan tangan kosong. Sejumlah langkah konkret didorong:
 

1. Penguatan implementasi regulasi dengan target terukur 

2. Pengawasan ketat berbasis data 

3. Anggaran inklusif untuk infrastruktur dan teknologi bantu 

4. Pendidikan inklusif dan dukungan ketenagakerjaan 
 

Tak hanya itu, DPR juga menekankan pentingnya kuota kerja dan dorongan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.
 

“Jangan Bicara Atas Nama Mereka, Libatkan Mereka!”
 

Pesan paling kuat datang dari Ruby: kebijakan tidak boleh lagi top-down.
 

“Kebijakan harus disusun bersama penyandang disabilitas, bukan hanya untuk mereka,” ujarnya.
 

Artinya jelas—partisipasi bukan pelengkap, tapi inti dari kebijakan yang adil.
 

Indonesia Dorong Dunia Lebih Adil dan Setara
 

Lewat forum IPU, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berada di barisan depan dalam mendorong pembangunan inklusif.
 

“Tujuan akhirnya adalah masyarakat yang lebih adil, produktif, dan tangguh,” tegas Ruby.
 

Dari Istanbul untuk Dunia
 

Pesan Indonesia menggema: pembangunan tak boleh meninggalkan siapa pun.
 

Dan dari Istanbul, DPR RI mengirim sinyal kuat—inklusi bukan sekadar janji, tapi arah masa depan.rajamedia

Komentar: