Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Holding UMKM Perkebunan Diluncurkan, 16 Ton Lada Putih Muntok Diekspor Rp2,86 Miliar

Laporan: Firman
Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:26 WIB
Kementerian UMKM meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan di Kabupaten Bangka Tengah - Foto: Humas Kementerian UMKM -
Kementerian UMKM meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan di Kabupaten Bangka Tengah - Foto: Humas Kementerian UMKM -

RAJAMEDIA.CO — Bangka Tengah — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan sebagai model konsolidasi petani dan pelaku UMKM untuk memperkuat rantai nilai komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir.
 

Peluncuran tersebut ditandai dengan penetapan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan sekaligus pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai US$159.680 atau sekitar Rp2,86 miliar.
 

Kegiatan berlangsung di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (15/8/2026).
 

Petani dan UMKM Dikonsolidasikan dalam Satu Ekosistem
 

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, Holding UMKM Klaster Perkebunan dirancang untuk menyatukan kekuatan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi.

Dengan konsolidasi tersebut, pelaku usaha diharapkan memiliki skala ekonomi, kapasitas produksi, akses pembiayaan, kepastian pasar, serta posisi tawar yang lebih kuat.
 

“Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus.
 

Dari Produksi hingga Pasar Dikelola Terintegrasi
 

Menurut Bagus, model holding memungkinkan berbagai kebutuhan dalam ekosistem usaha dikelola secara terintegrasi.
 

Mulai dari produksi dan pengumpulan komoditas, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pemenuhan standar, pengolahan, hingga akses pasar dapat dikonsolidasikan dalam satu rantai usaha.
 

“Konsolidasi tersebut memungkinkan petani dan pengusaha UMKM memiliki skala usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan posisi tawar,” ujarnya.
 

Model ini diharapkan mampu mengubah pola usaha perkebunan yang selama ini lebih banyak menjual bahan baku menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.
 

16 Ton Lada Putih Muntok Jadi Langkah Awal
 

Pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan.
 

Komoditas tersebut dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dan dipersiapkan untuk memenuhi standar serta persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.
 

Lada Putih Muntok merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi kualitas, nilai tambah, maupun perluasan pasar.
 

“Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata Bagus.
 

Kementerian UMKM Gandeng Barantin
 

Pengembangan Holding UMKM Klaster Perkebunan juga menjadi momentum memperkuat sinergi Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
 

Kolaborasi diarahkan untuk meningkatkan kesiapan komoditas UMKM memasuki pasar internasional melalui pemenuhan persyaratan karantina dan standar negara tujuan.
 

“Ke depan, Kementerian UMKM bersama Barantin akan memperluas kolaborasi melalui edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina, termasuk pengembangan web series yang dikemas secara praktis dan aplikatif bagi pengusaha UMKM,” ujarnya.
 

Langkah tersebut diharapkan memperkecil kesenjangan informasi yang selama ini menjadi salah satu tantangan UMKM ketika hendak menembus pasar ekspor.
 

UMKM Tak Lagi Sekadar Pemasok Bahan Baku
 

Kementerian UMKM menargetkan Holding UMKM tidak berhenti pada konsolidasi pelaku usaha.
 

Model tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan skala bisnis, efisiensi rantai pasok, akses pembiayaan, pengolahan produk, hingga perluasan pasar.
 

Dengan ekosistem yang terintegrasi, petani dan pengusaha UMKM diharapkan tidak lagi hanya berada pada posisi pemasok bahan baku.
 

Mereka didorong mengambil peran lebih besar dalam proses pengolahan, distribusi, hingga pemasaran, sehingga mendapatkan porsi nilai tambah yang lebih baik.
 

Lada Muntok Jadi Pintu Masuk Pasar Global
 

Bagus menilai peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan ekspor Lada Putih Muntok merupakan bukti bahwa komoditas daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang menembus pasar internasional.
 

“Peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan pelepasan Lada Putih Muntok menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kekuatan komoditas daerah dengan pasar global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan pengusaha UMKM,” kata Bagus.
 

Kementerian UMKM berharap model tersebut dapat terus diperluas ke berbagai komoditas unggulan daerah lainnya, sehingga petani semakin kuat, UMKM naik kelas, dan produk perkebunan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: