Holding UMKM Perkebunan Diluncurkan, 16 Ton Lada Putih Muntok Diekspor Rp2,86 Miliar
RAJAMEDIA.CO — Bangka Tengah — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan sebagai model konsolidasi petani dan pelaku UMKM untuk memperkuat rantai nilai komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir.
Peluncuran tersebut ditandai dengan penetapan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan sekaligus pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai US$159.680 atau sekitar Rp2,86 miliar.
Kegiatan berlangsung di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (15/8/2026).
Petani dan UMKM Dikonsolidasikan dalam Satu Ekosistem
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, Holding UMKM Klaster Perkebunan dirancang untuk menyatukan kekuatan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi.

Dengan konsolidasi tersebut, pelaku usaha diharapkan memiliki skala ekonomi, kapasitas produksi, akses pembiayaan, kepastian pasar, serta posisi tawar yang lebih kuat.
“Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus.
Dari Produksi hingga Pasar Dikelola Terintegrasi
Menurut Bagus, model holding memungkinkan berbagai kebutuhan dalam ekosistem usaha dikelola secara terintegrasi.
Mulai dari produksi dan pengumpulan komoditas, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pemenuhan standar, pengolahan, hingga akses pasar dapat dikonsolidasikan dalam satu rantai usaha.
“Konsolidasi tersebut memungkinkan petani dan pengusaha UMKM memiliki skala usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan posisi tawar,” ujarnya.
Model ini diharapkan mampu mengubah pola usaha perkebunan yang selama ini lebih banyak menjual bahan baku menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.
16 Ton Lada Putih Muntok Jadi Langkah Awal
Pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan.
Komoditas tersebut dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dan dipersiapkan untuk memenuhi standar serta persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.
Lada Putih Muntok merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi kualitas, nilai tambah, maupun perluasan pasar.
“Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata Bagus.
Kementerian UMKM Gandeng Barantin
Pengembangan Holding UMKM Klaster Perkebunan juga menjadi momentum memperkuat sinergi Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Kolaborasi diarahkan untuk meningkatkan kesiapan komoditas UMKM memasuki pasar internasional melalui pemenuhan persyaratan karantina dan standar negara tujuan.
“Ke depan, Kementerian UMKM bersama Barantin akan memperluas kolaborasi melalui edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina, termasuk pengembangan web series yang dikemas secara praktis dan aplikatif bagi pengusaha UMKM,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan memperkecil kesenjangan informasi yang selama ini menjadi salah satu tantangan UMKM ketika hendak menembus pasar ekspor.
UMKM Tak Lagi Sekadar Pemasok Bahan Baku
Kementerian UMKM menargetkan Holding UMKM tidak berhenti pada konsolidasi pelaku usaha.
Model tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan skala bisnis, efisiensi rantai pasok, akses pembiayaan, pengolahan produk, hingga perluasan pasar.
Dengan ekosistem yang terintegrasi, petani dan pengusaha UMKM diharapkan tidak lagi hanya berada pada posisi pemasok bahan baku.
Mereka didorong mengambil peran lebih besar dalam proses pengolahan, distribusi, hingga pemasaran, sehingga mendapatkan porsi nilai tambah yang lebih baik.
Lada Muntok Jadi Pintu Masuk Pasar Global
Bagus menilai peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan ekspor Lada Putih Muntok merupakan bukti bahwa komoditas daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang menembus pasar internasional.
“Peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan pelepasan Lada Putih Muntok menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kekuatan komoditas daerah dengan pasar global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan pengusaha UMKM,” kata Bagus.
Kementerian UMKM berharap model tersebut dapat terus diperluas ke berbagai komoditas unggulan daerah lainnya, sehingga petani semakin kuat, UMKM naik kelas, dan produk perkebunan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Opini | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Otomotif | 2 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Kesehatan | 5 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu