Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

UMKM Sumbar Bangkit, Kementerian UMKM Siapkan Rp115,77 Miliar untuk 38.507 Pengusaha

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 03 September 2026 | 07:51 WIB
Kementerian UMKM menyiapkan Banpres rehabilitasi usaha mikro sebesar Rp115,77 miliar bagi 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana di Sumatera Barat. - Ilustrasi RMN -
Kementerian UMKM menyiapkan Banpres rehabilitasi usaha mikro sebesar Rp115,77 miliar bagi 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana di Sumatera Barat. - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Padang — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha mikro sebesar Rp115,77 miliar bagi 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana di Sumatera Barat.
 

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membantu pengusaha mikro kembali menjalankan usahanya setelah terdampak bencana.
 

Tiga Klaster Pemulihan UMKM
 

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Rahmadi mengatakan, total alokasi anggaran Kementerian UMKM untuk Sumatera Barat pada 2026 mencapai Rp119,3 miliar.
 

Anggaran tersebut terbagi dalam tiga klaster program, yakni Banpres rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, serta Klinik UMKM Minang Bangkit.
 

"Total alokasi anggaran untuk Provinsi Sumatera Barat pada 2026 sebesar Rp119,3 miliar yang terbagi dalam tiga klaster, yaitu Banpres rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, dan Klinik UMKM Bangkit," ujar Rahmadi saat membuka Sosialisasi Program/Kegiatan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat di Padang, Rabu (2/9/2026).
 

Masing-Masing Terima Rp3 Juta
 

Dalam program Banpres rehabilitasi usaha mikro, setiap pengusaha mikro yang memenuhi persyaratan akan memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta.
 

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung proses rehabilitasi usaha sehingga para pelaku usaha dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi secara bertahap.
 

Total Banpres rehabilitasi usaha mikro yang disiapkan mencapai Rp115,77 miliar untuk 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana.
 

Data Penerima Diperkuat
 

Rahmadi menegaskan, pendataan menjadi tahapan penting agar bantuan benar-benar diterima pengusaha mikro yang terdampak dan memenuhi persyaratan.
 

Untuk mengantisipasi adanya calon penerima yang terkendala dalam proses validasi, jumlah pengusaha mikro yang diusulkan akan ditambah 25 persen dari kuota yang tersedia.
 

"Kalau nanti jumlahnya lebih, data tersebut akan disimpan untuk tahun 2027. Hal ini juga akan memudahkan dinas terkait dalam pendataan pengusaha mikro yang akan menerima Banpres selanjutnya," katanya.
 

Pemberdayaan Dimulai Akhir September
 

Sosialisasi program telah dimulai sejak Agustus 2026. Sementara pelaksanaan kegiatan pemberdayaan UMKM direncanakan mulai berlangsung pada akhir September 2026.
 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat akan bertugas melakukan validasi data UMKM terdampak bencana, menyediakan penanggung jawab atau person in charge (PIC), serta memastikan kesiapan lokasi dan peserta kegiatan.
 

13 Daerah Dibagi Tiga Regional
 

Sebanyak 13 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat akan dikelompokkan ke dalam tiga regional layanan yang berpusat di Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai.
 

Pembagian tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau pengusaha UMKM yang membutuhkan.
 

Pusat dan Daerah Harus Bersinergi
 

Rahmadi menekankan pemulihan UMKM pascabencana membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
 

Terutama dalam memastikan akurasi data penerima serta kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
 

"Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama serta memperkuat sinergi dan koordinasi agar program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran," ujarnya.
 

Pemprov Sumbar Siap Percepat Administrasi
 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Endrizal mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya Kementerian UMKM, dalam membantu pemulihan pengusaha UMKM terdampak bencana.
 

Pemprov Sumatera Barat, kata Endrizal, akan berupaya mempercepat penyelesaian administrasi sekaligus memastikan data calon penerima memenuhi ketentuan dan sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
 

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan administrasi ini tepat waktu. Jika memungkinkan, kami akan mempercepatnya sesuai yang dijanjikan Bapak Gubernur dalam rapat sosialisasi sebelumnya, tentunya sesuai dengan aturan yang ada dan berdasarkan data yang akurat," kata Endrizal.
 

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu pengungkit pemulihan ekonomi Sumatera Barat, terutama bagi pengusaha mikro yang kehilangan atau mengalami kerusakan sarana usaha akibat bencana.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: