Gempa 7,6 SR Guncang Timur Indonesia, DPR Ingatkan: Waspada Susulan dan Tsunami!
RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Pascagempa kuat 7,6 SR yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, alarm kewaspadaan belum boleh dimatikan. Anggota Komisi VIII DPR RI, Husni, mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi gempa susulan.
Menurutnya, gempa besar hampir selalu diikuti rentetan getaran lanjutan yang bisa membahayakan jika tidak diantisipasi dengan benar.
Husni: Jangan Anggap Selesai, Susulan Bisa Datang
Husni menegaskan, gempa dengan kekuatan 7,6 SR bukan kejadian kecil.
“Biasanya setiap ada gempa besar, selalu ada gempa-gempa susulan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah meski guncangan utama telah berlalu.
Warga Pesisir Diminta Naik ke Tempat Tinggi
Khusus bagi warga yang tinggal di wilayah pantai, peringatan lebih tegas disampaikan.
Potensi tsunami masih terbuka.
“Warga di pinggir pantai diharapkan segera mencari tempat yang lebih tinggi,” kata Husni.
Langkah ini penting untuk menghindari risiko gelombang laut yang bisa datang tiba-tiba.
Cari Titik Aman, Hindari Bangunan dan Kabel Listrik
Selain evakuasi ke dataran tinggi, Husni juga mengingatkan pentingnya memilih lokasi aman saat terjadi gempa susulan.
Titik kumpul ideal:
1. Lapangan terbuka
2. Area tanpa bangunan
3. Jauh dari jaringan listrik
Tujuannya jelas: meminimalisir risiko tertimpa bangunan atau tersengat listrik.
Tetap Tenang, Jangan Panik
Di tengah situasi darurat, Husni menekankan satu hal penting: ketenangan.
“Untuk masyarakat, tetap tenang, jangan panik,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.
Panik justru bisa memperbesar risiko, terutama saat proses evakuasi.
DPR Desak Respons Cepat Pemerintah
Tak hanya imbauan ke warga, Husni juga mendesak pemerintah bergerak cepat.
Ia meminta sejumlah instansi segera turun tangan:
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana
2. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
3. Kementerian Sosial Republik Indonesia
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
“Kami minta segera lakukan evakuasi, siapkan tenda, makanan siap saji, dan obat-obatan,” tegasnya.
Kunci Penanganan: Cepat dan Terkoordinasi
Husni menilai, kecepatan dan koordinasi jadi penentu utama dalam menekan dampak bencana.
Semakin cepat respons, semakin kecil risiko korban jiwa dan kerusakan meluas.
Gempa mungkin tak bisa dicegah. Tapi korban bisa diminimalisir. Kuncinya sederhana: warga siaga, pemerintah sigap. Saat bumi berguncang, yang dibutuhkan bukan kepanikan—tapi kesiapan.![]()
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Ekbis | 1 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu