Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dasco Minta Pemerintah Buka Skema BBM, DPR Awasi Agar Tak Bebani Rakyat

Laporan: Firman
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:05 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Polemik harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan DPR akan mengawal ketat kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga BBM agar tetap berpihak kepada masyarakat dan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
 

Pernyataan itu disampaikan Dasco saat menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
 

Menurut Dasco, kebijakan energi tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek fiskal dan pasar global, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
 

Telepon Langsung Bahlil di Hadapan Mahasiswa
 

Momen menarik terjadi saat dialog berlangsung. Di hadapan para mahasiswa, Dasco langsung menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melalui sambungan telepon seluler.

Dalam percakapan tersebut, Dasco meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka mekanisme penyesuaian harga BBM kepada DPR dalam rapat kerja bersama komisi terkait yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
 

Ia menilai keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memperoleh kepastian terkait arah kebijakan energi nasional.
 

"Kalau harga BBM naik, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari biaya transportasi hingga harga kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah perlu menjelaskan skema yang juga mengakomodasi penurunan harga saat harga minyak dunia turun," ujar Dasco.
 

DPR Awasi Kebijakan Energi
 

Dasco menegaskan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar setiap kebijakan energi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
 

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui dasar pertimbangan pemerintah dalam menentukan harga energi yang berpengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi nasional.
 

Karena itu, DPR meminta seluruh kebijakan terkait BBM dibahas secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
 

Bahlil: Pemerintah Ikuti Harga Energi Global
 

Menanggapi permintaan DPR, Bahlil memastikan pemerintah terus memantau perkembangan harga energi dunia sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan.
 

Ia mengatakan jika tren harga minyak global terus mengalami penurunan, pemerintah akan mempertimbangkan langkah penyesuaian sesuai mekanisme yang berlaku.
 

Namun demikian, Bahlil menegaskan hingga saat ini pemerintah belum menaikkan harga BBM tertentu maupun LPG bersubsidi meskipun harga minyak dunia sempat bergerak naik dalam beberapa waktu terakhir.
 

"Pemerintah akan terus mengikuti perkembangan harga energi global dan mempertimbangkan langkah yang sesuai dengan kondisi yang ada," ujarnya.
 

DPR Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg
 

Selain persoalan BBM, Dasco juga menyoroti laporan masyarakat terkait masih terjadinya kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah daerah.
 

Ia meminta Kementerian ESDM segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.
 

Menurut Dasco, persoalan distribusi LPG tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kebutuhan dasar jutaan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
 

"DPR akan terus mengawal persoalan ini agar distribusi LPG bersubsidi berjalan lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh pasokan," tegasnya.
 

Cadangan LPG Nasional Dipastikan Aman
 

Menanggapi keluhan tersebut, Bahlil memastikan stok dan cadangan LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman.
 

Meski demikian, Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi distribusi di lapangan untuk memastikan tidak terjadi hambatan yang menyebabkan kelangkaan di daerah tertentu.
 

Pemerintah, kata Bahlil, berkomitmen menjaga pasokan energi tetap tersedia dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.rajamedia

Komentar: