DPR Dorong Produksi Blok Rokan Digenjot, Target 400 Ribu Barel per Hari
RAJAMEDIA.CO - Riau, Legislator - Komisi VI DPR RI menaruh harapan besar pada peningkatan produksi minyak dari Blok Rokan di Riau. Lapangan migas andalan nasional itu dinilai memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menegaskan Blok Rokan merupakan aset strategis nasional yang harus terus dijaga dan dioptimalkan karena menyumbang sekitar seperempat produksi minyak nasional.
"Ini aset Pertamina dan aset nasional yang mesti dijaga dan dirawat terus supaya berkontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional," kata Adisatrya saat kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas operasi PT Pertamina Hulu Rokan di Minas, Riau, Kamis (18/6/2026).
Tinjau Proyek CEOR di Lapangan Minas
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi VI DPR RI meninjau langsung perkembangan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang tengah dikembangkan Pertamina Hulu Rokan.
Teknologi CEOR diterapkan untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan-lapangan tua yang selama ini menjadi tulang punggung produksi migas nasional.
Menurut Adisatrya, progres proyek tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sejumlah fasilitas produksi telah ditingkatkan dan tahapan injeksi bahan kimia untuk mendorong peningkatan produksi juga sudah berjalan.
"Fasilitasnya sudah banyak di-upgrade dan tahapan injeksi kemikal untuk meningkatkan produksi juga sudah berlangsung," ujarnya.
DPR Minta Target Terus Dikejar
Adisatrya mengatakan program CEOR mulai memberikan hasil awal berupa peningkatan produksi minyak. Meski belum signifikan, ia optimistis hasil yang lebih besar akan terlihat dalam beberapa bulan hingga tahun mendatang.
Komisi VI berharap pengembangan lapangan secara bertahap dapat mendorong kenaikan lifting minyak nasional dan memperkuat kontribusi Pertamina terhadap pasokan energi dalam negeri.
"Kami harapkan dalam beberapa bulan dan tahun ke depan produksinya terus naik dan memenuhi target yang telah ditetapkan," katanya.
Target 400 Ribu Barel Per Hari
Salah satu target besar yang menjadi perhatian DPR adalah peningkatan produksi Blok Rokan hingga mencapai 400 ribu barel per hari dalam jangka panjang.
Saat ini produksi wilayah kerja tersebut masih berada di kisaran 150 ribu barel per hari. Jika target itu tercapai, kontribusi Blok Rokan terhadap kebutuhan energi nasional akan meningkat secara signifikan.
Menurut Adisatrya, tambahan produksi minyak dari dalam negeri sangat penting mengingat Indonesia masih berstatus sebagai negara net importer atau pengimpor bersih minyak.
"Kalau bisa ditingkatkan sampai 400 ribu barel per hari, tentu akan sangat luar biasa. Tambahan produksi nasional akan berdampak positif bagi keuangan negara dan mengurangi impor minyak," jelasnya.
Pertamina Jadi Penentu Target Lifting Nasional
Adisatrya juga menyoroti target lifting minyak nasional tahun 2027 yang dipatok pada kisaran 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari.
Sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia, Pertamina dinilai memegang peranan penting dalam pencapaian target tersebut. Namun ia menegaskan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), baik nasional maupun asing, juga harus terus menjaga bahkan meningkatkan produksinya.
Ia menilai manajemen Pertamina Hulu Rokan telah menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai inovasi dan penerapan teknologi untuk menjaga tingkat produksi.
Karena itu, Komisi VI DPR RI memastikan akan terus mengawal berbagai program peningkatan produksi migas agar target lifting nasional dapat tercapai.
"Harapan kami lapangan-lapangan seperti Minas bisa terus dijaga produksinya dan program CEOR dapat sukses sehingga meningkatkan lifting minyak nasional secara keseluruhan," pungkasnya. ![]()
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu