Daniel Johan Desak Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Desakan itu disampaikan menyusul meluasnya karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga daerah lainnya.
Daniel menilai kondisi tersebut sudah membutuhkan penanganan serius, terkoordinasi, dan berskala nasional. Negara, menurutnya, tidak boleh membiarkan masyarakat terus hidup dalam kepungan asap.
Karhutla Makin Meluas, Negara Harus Hadir
Daniel mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di berbagai daerah yang terdampak karhutla. Ia secara khusus menyoroti kondisi Kalimantan yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penting bagi paru-paru dunia.
“Kami sangat prihatin dengan bencana karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kalimantan dikenal dunia sebagai salah satu kawasan penting bagi paru-paru dunia. Tetapi hari ini masyarakat Kalimantan justru harus berjuang menghirup udara yang tercemar akibat kebakaran hutan dan lahan.”
Menurut Daniel, pemerintah harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencegah karhutla semakin meluas. Kabut asap yang berkepanjangan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kita tidak bisa membiarkan karhutla semakin meluas dan membuat masyarakat semakin menderita karena paparan kabut asap yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka. Persoalannya sudah sangat serius dan negara harus hadir secara maksimal. Karhutla harus ditetapkan sebagai bencana nasional,” tegas politikus PKB tersebut dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/9/2026).
Jangan Biarkan Warga Hidup dalam Kepungan Asap
Daniel mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh dipaksa menjalani kehidupan normal di tengah kondisi udara yang tercemar.
Paparan asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan dan membuat masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi itu semakin mengkhawatirkan bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak yang harus menghirup udara tercemar dalam waktu berkepanjangan.
Karena itu, Daniel meminta pemerintah menjadikan situasi karhutla sebagai peringatan keras untuk memperkuat seluruh upaya penanganan dan pencegahan.
“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat terus hidup dalam kondisi seperti ini. Segala kemampuan pemerintah harus dikerahkan untuk memadamkan api dan memastikan tidak ada lagi korban,” ujarnya.
Ekonomi Warga Ikut Terpukul
Daniel juga menyoroti dampak karhutla terhadap perekonomian masyarakat. Kepungan asap membuat mobilitas warga terganggu dan aktivitas usaha ikut terdampak.
Masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di luar rumah juga berpotensi kehilangan pendapatan ketika kondisi udara tidak memungkinkan mereka bekerja secara normal.
Karena itu, Daniel meminta pemerintah melihat penanganan karhutla secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pemadaman api.
Pemadaman Harus Dibarengi Perlindungan Warga
Ia mendorong tim gabungan terus mengoptimalkan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemadaman darat, water bombing, patroli udara, ground check, hingga pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas.
Namun, upaya pemadaman tersebut harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Pemerintah dinilai perlu memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan kesehatan warga tersedia selama kondisi darurat berlangsung.
“Pemerintah harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan. Masker, alat kesehatan, oksigen, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya harus tersedia, terutama bagi kelompok rentan. Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi bahaya asap sendirian,” pungkas Daniel.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Parlemen | 20 jam yang lalu
Otomotif | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu