Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BKSAP DPR Bawa Isu Palestina ke Forum Parlemen Dunia, Dorong Gagasan Indonesia Masuk Resolusi

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 23 September 2026 | 09:07 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat - Humas DPR -
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengatakan pihaknya akan membawa isu kemanusiaan di Palestina dalam pembahasan dan usulan resolusi di forum parlemen internasional.
 

Isu tersebut rencananya disuarakan melalui Asian Parliamentary Assembly (APA) di Dushanbe, Tajikistan, serta Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania. Pertemuan APA dijadwalkan berlangsung 24–27 September 2026, sedangkan Sidang ke-153 IPU digelar 5–9 Oktober 2026. 
 

Palestina Jadi Agenda Diplomasi Parlemen
 

Syahrul mengatakan kedua forum tersebut menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan persoalan kemanusiaan di Palestina melalui jalur diplomasi parlemen.
 

Menurutnya, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat menjadi perhatian yang perlu terus disuarakan dalam forum internasional.
 

Komitmen BKSAP untuk membawa isu Palestina ke forum parlemen dunia juga telah disampaikan sebelumnya. DPR RI menyebut diplomasi parlemen menjadi salah satu jalur untuk memperjuangkan persoalan Palestina di tingkat regional maupun multilateral. 
 

Soroti Kondisi di Tepi Barat
 

Selain Gaza, Syahrul turut menyoroti kondisi di Tepi Barat, termasuk laporan mengenai perampasan rumah dan harta benda serta kekerasan terhadap warga Palestina yang menurutnya dilakukan oleh pemukim ilegal dengan pengawalan tentara Israel.
 

Ia mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dalam diplomasi internasional, terutama berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia dan kemanusiaan.
 

“Indonesia selalu aktif untuk menyuarakan, untuk membela para korban dari HAM, korban dari pelanggaran kemanusiaan,” kata Syahrul dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (23/9/2026).
 

Indonesia Dorong Sikap Mandiri
 

Syahrul juga menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia perlu menentukan sikap secara mandiri di tengah persaingan kekuatan global.
 

Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya diplomasi parlemen untuk menyampaikan posisi dan gagasan Indonesia dalam berbagai forum internasional.
 

Sebelumnya, BKSAP juga menegaskan bahwa diplomasi parlemen tidak sekadar menghadiri forum internasional, tetapi diarahkan untuk memperkuat peran parlemen dalam isu HAM dan kepentingan nasional. 
 

Gagasan Indonesia Diupayakan Masuk Resolusi
 

Syahrul menegaskan kehadiran delegasi Indonesia dalam forum APA dan IPU akan disertai upaya memperjuangkan gagasan Indonesia dalam dokumen atau resolusi yang dihasilkan.
 

“Kami BKSAP, delegasi Indonesia, akan hadir dan akan berusaha untuk memasukkan pikiran-pikiran kita dalam usulan dari resolusi yang akan dihasilkan dua forum ini,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, BKSAP berharap pandangan Indonesia mengenai persoalan kemanusiaan dapat turut menjadi bagian dari pembahasan bersama parlemen negara-negara lain.
 

Diplomasi Parlemen Jadi Jalur Perjuangan
 

Forum APA di Dushanbe akan mempertemukan parlemen negara-negara anggota dalam agenda Standing Committee on Social and Cultural Affairs. Sementara itu, Sidang ke-153 IPU di Arusha akan mempertemukan parlemen dari berbagai negara dalam agenda diplomasi parlemen global. 
 

Bagi BKSAP, kedua forum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangan Indonesia sekaligus mendorong pembahasan isu kemanusiaan Palestina melalui jalur diplomasi parlemen.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: