Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Jaga Bali dari Ruang Kelas! DPR Minta Sadar Wisata Masuk Kurikulum Nasional

Laporan: Halim Dzul
Senin, 22 Juni 2026 | 05:26 WIB
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Musa Rajekshah - Humas DPR -
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Musa Rajekshah - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Denpasar, Legislator – Bali selama ini dikenal sebagai etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun, menjaga reputasi itu tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur atau memperbanyak destinasi wisata.
 

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Musa Rajekshah, menilai fondasi utama pariwisata berkualitas justru terletak pada kesadaran masyarakat. Karena itu, ia mengusulkan agar pendidikan sadar wisata dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah sejak usia dini.
 

Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan harus dimulai dari bangku sekolah dasar.
 

"Dari tingkat SD, SMP, SMA memang harus dibikin kurikulum belajar tentang pariwisata. Anak-anak harus dibiasakan sejak kecil untuk sadar wisata, menjaga kebersihan, dan menjaga keamanan lingkungan," ujar Musa saat Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Bali, Jumat (19/6/2026).
 

Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci
 

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, Musa menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh perilaku masyarakat sehari-hari.
 

Ia menilai Bali memiliki keunggulan besar dibanding banyak daerah lain karena budaya sadar wisata sudah tumbuh kuat di tengah masyarakat.
 

Menurutnya, modal sosial tersebut harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman dan meningkatnya tekanan sektor pariwisata.
 

"Kalau kebiasaan masyarakat tidak sadar wisata, ini sulit. Tapi Bali sudah punya kesadaran wisata yang luar biasa dan itu harus terus diperkuat," katanya.
 

Belajar dari Jepang
 

Politisi Partai Golkar itu juga mengajak Indonesia belajar dari negara-negara yang berhasil membangun kesadaran kolektif sejak usia dini.
 

Ia mencontohkan Jepang yang memasukkan pendidikan tanggap bencana ke dalam sistem pembelajaran sekolah dasar karena kondisi geografisnya yang rawan gempa.
 

Menurut Musa, pendekatan yang sama dapat diterapkan untuk membangun budaya pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
 

"Anak-anak di Jepang sejak kecil sudah tahu bagaimana menghadapi bencana. Karena itu diajarkan terus menerus di sekolah. Hal yang sama bisa diterapkan untuk pendidikan sadar wisata," jelasnya.
 

Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan
 

Musa menilai kurikulum sadar wisata bukan sekadar mengajarkan cara melayani wisatawan. Lebih dari itu, pendidikan tersebut akan membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
 

Ia berharap anak-anak Indonesia tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga kebersihan, mengelola sampah, melestarikan sumber air, serta melindungi pohon dan kawasan hijau.
 

"Supaya nanti apa pun program pemerintah, masyarakat sudah sadar menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga keamanan, menjaga sumber air, dan menjaga alamnya," ujarnya.
 

Bali Jadi Contoh untuk Indonesia
 

BKSAP DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas yang berkelanjutan.
 

Sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia yang telah dikenal dunia, Bali dinilai memiliki pengalaman dan praktik terbaik yang dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah wisata lainnya.
 

Musa berharap gagasan pendidikan sadar wisata sejak dini tidak hanya diterapkan di Bali, tetapi juga menjadi kebijakan nasional untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di masa depan.
 

"Kalau kesadaran itu sudah tertanam sejak kecil, maka pariwisata Indonesia akan tumbuh lebih kuat, lebih berkualitas, dan lebih berkelanjutan," pungkasnya.rajamedia

Komentar: