Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Alarm Darurat Energi! Stok BBM RI Baru 21 Hari, DPR Minta Dinaikkan Jadi 90 Hari

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 12 Maret 2026 | 06:15 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari - Humas DPR RI -
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Surabaya, Legislator - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah untuk memperkuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional guna meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya setelah Komisi XII menerima paparan dari Pertamina dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/3/2026).
 

Ratna menilai bahwa cadangan BBM Indonesia saat ini masih relatif rendah dibandingkan dengan standar ketahanan energi di banyak negara.
 

Stok BBM Naik Turun 21 Hari
 

"Kami sudah mengonfirmasi bahwa sesuai dengan statement Menteri ESDM, ketersediaan BBM kita naik turun sekitar 21 hari," ujarnya.
 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diperbaiki agar Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika global. Ia mencontohkan negara lain yang punya standar lebih tinggi.
 

"Kami meminta kepada teman-teman di Pertamina agar bisa menaikkan setidaknya sampai mendekati standar negara-negara lain yang sekitar 90 hari," tegas Ratna.
 

Minta Produksi Dalam Negeri Diprioritaskan
 

Legislator Dapil Jatim IX itu juga menyoroti soal produksi minyak domestik. Ia mendorong pemerintah agar minyak mentah hasil produksi dalam negeri diprioritaskan untuk kebutuhan lokal.
 

"Kami berharap pemerintah segera menyiapkan regulasi agar produksi crude oil yang dihasilkan di Indonesia ini di-hold dulu dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," jelasnya.
 

Kilang Dalam Negeri Siap Olah
 

Politisi Fraksi PKB ini menegaskan bahwa kebijakan tersebut sangat memungkinkan dilakukan. Pasalnya, kilang minyak dalam negeri sudah mampu mengolah minyak mentah produksi domestik.
 

"Kami sudah mengonfirmasi dengan Pertamina bahwa kilang-kilang kita bisa memproses crude oil yang dihasilkan dari produksi dalam negeri tersebut," ungkapnya.
 

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Saat Ramadhan
 

Ratna berharap dengan langkah strategis ini, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Terlebih saat ini sedang memasuki bulan Ramadhan dan akan menghadapi Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.
 

"Ketersediaan BBM harus tetap aman bagi masyarakat, terutama pada momentum peningkatan mobilitas seperti Ramadan dan Idul Fitri," pungkasnya.rajamedia

Komentar: