20 Tenan Diminta Dibuka! Samuel Bela Pedagang Mainan di Alun-Alun Kota Bekasi
RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi — Penataan Alun-Alun Kota Bekasi jangan sampai hanya memanjakan pedagang makanan dan minuman. Pedagang kecil, terutama penjual mainan anak, juga harus mendapat tempat yang layak.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, meminta pemerintah kota melalui dinas terkait menyiapkan tenan khusus bagi pedagang mainan di kawasan ruang publik ikonik tersebut.
“Selain pedagang makanan dan minuman, pedagang mainan juga harus diperhatikan. Mereka berhak mendapat ruang usaha yang layak di Alun-Alun,” ujar Samuel.
Usul 20 Tenan Khusus Pedagang Mainan
Gagasan tersebut muncul setelah Samuel melakukan peninjauan langsung ke kawasan Alun-Alun pada akhir Februari lalu. Ia menilai kawasan tersebut sangat identik dengan aktivitas keluarga, sehingga keberadaan pedagang mainan justru akan memperkuat daya tarik tempat tersebut.
Samuel bahkan telah menyampaikan usulan kepada Dinas UMKM Kota Bekasi agar menyiapkan sekitar 20 tenan khusus bagi pedagang mainan.
“Sudah saya sampaikan ke Kabid UMKM agar bisa membantu menyediakan tambahan sekitar 20 tenan. Tentu tetap menyesuaikan dengan tata kelola dan konsep penataan Alun-Alun secara keseluruhan,” jelasnya.
Ramadan dan Lebaran Jadi Momentum Pedagang
Menurut Samuel, kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas di ruang publik.
Apalagi Ramadan dan Idulfitri, kawasan Alun-Alun biasanya dipadati pengunjung. Momen tersebut bisa menjadi kesempatan besar bagi pedagang mainan untuk meningkatkan pendapatan.
“Ramadan dan Lebaran biasanya ramai. Ini momentum bagi pedagang kecil untuk meningkatkan penjualan,” katanya.
Masih Banyak Pedagang Belum Punya Tempat
Data yang dihimpun menunjukkan dari sekitar 200 pedagang yang beraktivitas di kawasan Alun-Alun Kota Bekasi, sekitar 50 di antaranya belum memiliki tempat usaha yang layak.
Samuel menilai penataan kawasan publik tidak boleh mengabaikan kelompok pedagang tersebut. Sebaliknya, kebijakan pemerintah harus bersifat inklusif dan memberi ruang bagi semua pelaku usaha kecil.
“Keberadaan pedagang mainan juga menambah daya tarik Alun-Alun bagi keluarga yang datang bersama anak-anak,” ujarnya.
DPRD Siap Kawal Kebijakan
Samuel memastikan pihaknya akan terus mengawal usulan tersebut agar bisa diwujudkan dalam kebijakan resmi pemerintah kota.
Ia berharap Dinas UMKM segera mengambil keputusan agar penataan Alun-Alun benar-benar menjadi ruang publik yang ramah bagi warga sekaligus memberi peluang ekonomi bagi pedagang kecil.
“Pada prinsipnya kami akan terus memperjuangkan agar pedagang kecil juga mendapat tempat yang layak,” pungkasnya.![]()
Dunia 4 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Dunia | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu