Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Update BNPB: Korban Bencana Sumatra Tembus 1.178 Jiwa

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 07:04 WIB
Pencarian korban korban hilang akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. - Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro -
Pencarian korban korban hilang akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. - Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Skala bencana alam yang melanda wilayah Sumatra kian mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (6/1/2026), total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh telah mencapai 1.178 jiwa.
 

Angka tersebut menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di sejumlah wilayah Sumatra belum sepenuhnya mereda, terutama di Provinsi Aceh yang hingga kini masih berstatus tanggap darurat.
 

Tambahan Korban dari Tapanuli Tengah
 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah korban bertambah setelah adanya laporan terbaru dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
 

“Per hari Selasa 6 Januari, ada penambahan satu korban meninggal dunia dari Tapanuli Tengah. Sehingga total korban meninggal dunia menjadi 1.178 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Selasa (6/1/2026).
 

Aceh Catat Korban Jiwa dan Pengungsi Terbanyak
 

Berdasarkan rekapitulasi BNPB, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban meninggal dunia terbanyak, yakni mencapai 543 jiwa. Selain itu, Aceh juga mencatat angka pengungsian tertinggi di Sumatra.
 

BNPB mencatat jumlah pengungsi di Aceh mencapai 217.780 jiwa. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah pengungsi paling besar.
 

“Jumlah pengungsi paling banyak berada di Aceh, dengan proporsi 217.780 jiwa. Rinciannya, pengungsi terbanyak berada di Aceh Tamiang sebanyak 74.735 jiwa,” jelas Abdul Muhari.
 

Puluhan Korban Masih Hilang di Sumatra Barat
 

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih banyak korban yang belum ditemukan. Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menjadi wilayah dengan jumlah korban hilang terbanyak.
 

“Korban hilang paling banyak tercatat di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 74 orang,” kata Abdul Muhari.
 

Status Darurat: Aceh Masih Bertahan
 

Dari sisi penanganan, BNPB melaporkan adanya perbedaan status kebencanaan antarprovinsi. Hingga saat ini, Aceh masih menjadi satu-satunya provinsi di Sumatra yang berstatus tanggap darurat, dengan sembilan kabupaten masih berada dalam fase tersebut.
 

“Untuk Sumatra Utara saat ini seluruh wilayahnya sudah beralih ke status transisi darurat. Begitu juga dengan Sumatra Barat,” ujarnya.
 

Abdul Muhari menambahkan, Kabupaten Agam pada Selasa ini resmi menetapkan perubahan status dari tanggap darurat menjadi transisi darurat.
 

Fase Pemulihan Mulai Dikebut
 

Dengan perubahan status tersebut, seluruh wilayah di Sumatra Barat kini telah memasuki fase transisi darurat. Proses pemulihan awal pun mulai dilakukan secara bertahap.
 

“Artinya, proses-proses di fase awal recovery dan pemulihan sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dan kita harapkan Aceh juga segera mengikuti,” pungkas Abdul Muhari.
 

BNPB menegaskan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan unsur TNI-Polri terus diperkuat guna memastikan penanganan darurat, pemulihan, serta perlindungan terhadap para pengungsi berjalan optimal.rajamedia

Komentar: