Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Update: Korban Banjir Bandang–Longsor Sumatra Bertambah, Tembus 1.182 Jiwa

Laporan: Firman
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:58 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari - Repro -
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari - Repro -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra kembali menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penambahan korban meninggal dunia dalam dua hari terakhir, sehingga total korban jiwa kini mencapai 1.182 orang.
 

Tambahan korban berasal dari beberapa daerah terdampak, yakni Aceh Utara, Kabupaten Langkat, dan Tapanuli Tengah.
 

“Dalam dua hari terakhir terdapat penambahan satu korban meninggal dunia di Aceh Utara, dua korban jiwa di Kabupaten Langkat, serta satu korban jiwa di Tapanuli Tengah. Dengan demikian, total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
 

BNPB Sampaikan Belasungkawa
 

Abdul Muhari menyampaikan simpati dan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. Ia menegaskan, BNPB terus melakukan pembaruan data secara berkala seiring proses pencarian dan validasi di lapangan.
 

“Sekali lagi, simpati dan belasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban. Untuk korban hilang, per 9 Januari 2026 telah kami sesuaikan dan tervalidasi sebanyak 145 jiwa,” ucapnya.
 

Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi
 

Selain korban jiwa, BNPB mencatat jumlah warga yang masih berada di pengungsian mencapai 238.627 jiwa, tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra.
 

Terkait status kebencanaan, Abdul Muhari mengungkapkan sejumlah daerah di Provinsi Aceh mulai beralih dari masa tanggap darurat ke fase transisi darurat.
 

“Per hari ini, terdapat 14 kabupaten di Provinsi Aceh yang telah menyatakan pergeseran status dari tanggap darurat ke transisi darurat,” jelasnya.
 

Fokus Pemulihan Akses dan Logistik
 

Meski demikian, BNPB menegaskan wilayah-wilayah tersebut tetap menjadi fokus penanganan, terutama 
dalam pemulihan akses jalan darat dan distribusi logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
 

“Pemulihan akses jalan dan penyaluran logistik ke titik-titik masyarakat yang lokasinya cukup jauh dari posko masih menjadi prioritas utama,” ujar Abdul menutup.
 

Mendagri: 52 Daerah Terdampak, Pemulihan Terus Berjalan
 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan total terdapat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana.
 

Sejak awal kejadian, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan darurat hingga pemulihan.
 

“Fokus pemulihan meliputi pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan, penyediaan layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Tito.
 

Menurutnya, dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebagian besar menunjukkan perkembangan positif.
 

“Pemerintahan berjalan, konektivitas mulai pulih, layanan dasar aktif kembali, dan aktivitas ekonomi perlahan bangkit,” pungkas Mendagri.rajamedia

Komentar: