Korban Bencana Bertambah! BNPB Catat 1.157 Jiwa Meninggal di Tiga Provinsi
RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Duka akibat rangkaian bencana alam di tiga provinsi belum berakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah. Hingga 1 Januari 2026, total korban jiwa mencapai 1.157 orang, naik dari 1.154 jiwa sehari sebelumnya.
Penambahan korban terjadi setelah tim SAR kembali menemukan korban di wilayah terdampak bencana.
Tiga Jasad Ditemukan di Aceh Utara
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kenaikan jumlah korban jiwa terjadi setelah ditemukannya tiga jasad di Kabupaten Aceh Utara.
“Penambahan korban terjadi setelah tim SAR menemukan tiga jasad di Aceh Utara. Sehingga jumlah korban jiwa meninggal dunia yang kemarin tercatat 1.154 orang bertambah menjadi 1.157 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
BNPB memastikan proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.
380 Ribu Lebih Warga Masih Mengungsi
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat dampak kemanusiaan yang besar. Sebanyak 380.360 jiwa hingga kini masih berada di pengungsian dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Abdul Muhari menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk menjamin tempat tinggal sementara bagi para penyintas bencana.
Presiden Prabowo Tinjau Hunian Sementara
Menurut Abdul, Presiden Prabowo Subianto telah turun langsung meninjau kesiapan hunian sementara bagi korban bencana.
“Bapak Presiden Prabowo telah meninjau langsung kesiapan sekitar 1.050 unit hunian sementara yang sebagian besar sudah siap huni, khususnya di wilayah Aceh Tamiang dan beberapa wilayah lainnya,” ungkapnya.
Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai solusi awal sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Santunan dan Bantuan Sosial Disalurkan
Selain hunian sementara, para penyintas juga akan menerima santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan yang diberikan mencakup dukungan ekonomi, perabotan rumah tangga, serta bantuan lintas kementerian dan lembaga.
“Masih ada sejumlah dukungan lain yang akan diberikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi, kehidupan, dan penghidupan, khususnya untuk masyarakat di daerah terdampak bencana,” kata Abdul Muhari.
Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Khusus
Di sisi lain, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mempercepat aktivasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di lokasi-lokasi pengungsian banjir di wilayah Sumatera.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak serta perlindungan perempuan dan anak dalam situasi darurat.
“Dalam situasi bencana, perempuan dan anak menghadapi kerentanan berlapis, mulai dari keterbatasan akses layanan dasar hingga potensi kekerasan,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Pos SAPA Jadi Pusat Perlindungan dan Layanan
Arifah menjelaskan, Pos SAPA akan hadir langsung di tengah pengungsian sebagai pusat koordinasi layanan, pendampingan psikososial, serta tempat pelaporan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dengan sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berharap proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berpihak pada keselamatan serta martabat korban.![]()
Politik 6 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
