Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Timwas DPR Waspadai Puncak Haji: Jangan Ada Jemaah Kelaparan di Armuzna!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:15 WIB
Anggota Timwas Haji DPR RI, Marwan Dasopang - Humas DPR -
Anggota Timwas Haji DPR RI, Marwan Dasopang - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Makkah, Legislator — Fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai di depan mata. Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI kini mulai memasang alarm kewaspadaan jelang pergerakan jutaan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 

Anggota Timwas Haji DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan secara umum persiapan haji 2026 masih berjalan sesuai jalur perencanaan. Namun ia mengingatkan, tantangan terbesar justru akan muncul saat memasuki fase puncak ibadah haji.
 

“Persiapan masih on the track, masih bisa sesuai dengan perencanaan. Yang kita waspadai berikutnya menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Marwan usai mengunjungi jemaah asal daerah pemilihannya di Pemondokan Sektor 6, Makkah, Jumat (23/5/2026).
 

Jalan Dipasangi Portal, Distribusi Makanan Terancam
 

Marwan mengungkapkan salah satu titik rawan yang menjadi perhatian Timwas adalah distribusi konsumsi jemaah.
 

Mulai Sabtu, akses jalan menuju sejumlah titik di Makkah akan ditutup dan dipasangi portal untuk pengaturan arus Armuzna. Kondisi itu membuat pengiriman makanan dari dapur katering tidak lagi bisa dilakukan seperti biasa.
 

Sebagai gantinya, jemaah akan mendapatkan makanan cepat saji yang harus sudah didistribusikan lebih awal.
 

“Mulai besok makan yang dikirim oleh dapur sudah berhenti karena tidak bisa diantar, jalannya sudah diportal. Diganti dengan makan cepat saji yang hari ini diantar. Kalau tidak sampai hari ini, berarti besok tidak ada,” ujarnya.
 

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta seluruh ketua kloter bergerak cepat mengantisipasi kebutuhan logistik jemaah.
 

Ia tak ingin ada jemaah terlantar atau terlambat makan hanya karena menunggu distribusi resmi.
 

“Saya tadi mengajak ketua-ketua kloter untuk segera belanja, jangan karena hak kita menunggu nanti jemaah lapar,” tegasnya.
 

Ratusan Ribu Bus Berpotensi Picu Kemacetan
 

Selain konsumsi, Timwas DPR RI juga memberi perhatian serius terhadap potensi kemacetan transportasi menuju Armuzna.
 

Menurut Marwan, mobilisasi jemaah dalam jumlah sangat besar membuat risiko keterlambatan penjemputan sangat mungkin terjadi.
 

“Yang kedua, angkutan menuju Arafah. Karena angkutan ini ratusan ribu bus, potensi untuk macet itu terjadi. Kalau jemputan jamaahnya molor, langkah berikutnya apa?” katanya.
 

Karena itu, Timwas DPR RI terus mendesak pemerintah menyiapkan berbagai skenario mitigasi agar proses pemberangkatan jemaah tetap terkendali saat puncak haji berlangsung.
 

Ada Kasus Sporadis, Visa Nusuk Jemaah Aceh Bermasalah
 

Meski secara umum pelaksanaan haji dari gelombang pertama hingga kedua berjalan lancar, Marwan mengakui masih ada sejumlah kasus sporadis yang menjadi perhatian.
 

Salah satunya menimpa seorang jemaah asal Aceh yang hingga kini belum dapat menjalankan umrah wajib lantaran visa nusuk belum terbit.
 

Masalah itu terjadi akibat kesalahan unggah foto dalam sistem administrasi.
 

“Ada satu orang sampai saat ini belum melaksanakan umroh haji, padahal besok sudah mau ke Arafah. Kenapa tidak bisa? Karena nusuknya tidak terbit. Kenapa tidak terbit? Karena ada kesalahan upload foto,” jelasnya.
 

Marwan mengaku langsung menghubungi Kementerian Haji Arab Saudi bidang pelayanan agar persoalan tersebut segera diselesaikan sebelum masa pelaksanaan umrah berakhir.
 

“Saya tadi sudah telepon Kementerian Haji Bidang Pelayanan, harus selesaikan hari ini,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: