Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tekanan Global Menggila, Industri Agro Tetap Tangguh! Kemenperin Gas Inovasi Kemasan

Laporan: Firman
Jumat, 24 April 2026 | 13:05 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - Foto: Dok Kemenperin -
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - Foto: Dok Kemenperin -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Di tengah guncangan geopolitik global dan tekanan harga bahan baku, Kementerian Perindustrian memastikan industri agro nasional tetap berdiri kokoh. Sektor makanan dan minuman bahkan disebut masih tangguh, meski dihantam lonjakan harga plastik.
 

Pemerintah kini tancap gas mendorong inovasi kemasan alternatif demi menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.
 

Geopolitik Panas, Industri Tak Ikut Tumbang
 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, ketegangan global—terutama di kawasan Timur Tengah—berdampak langsung pada rantai pasok bahan baku kemasan.
 

Namun alih-alih tertekan, situasi ini justru dijadikan momentum untuk berbenah.
 

“Ini peluang untuk mempercepat inovasi kemasan alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tegasnya.
 

Kemasan Jadi Kunci Daya Saing
 

Sektor makanan dan minuman selama ini menjadi pengguna terbesar plastik industri. Karena itu, transformasi kemasan dinilai krusial agar produksi tetap stabil dan kompetitif.
 

Pemerintah mendorong pelaku industri beralih ke bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung pada impor.
 

Diversifikasi Material Mulai Jalan
 

Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan, pelaku industri mulai bergerak cepat melakukan diversifikasi.
 

Material kemasan kini meluas ke:
 

1. Kertas 

2. Kaca 

3. Logam 

4. Plastik daur ulang (recycled PET) 
 

Langkah ini menjadi fondasi penting menuju industri kemasan yang lebih mandiri.
 

Industri Kertas Jadi Andalan
 

Kemenperin menilai industri pulp dan kertas nasional punya modal kuat untuk menopang transformasi ini.
 

Tercatat:

- 113 perusahaan aktif 

- Kapasitas pulp: 14,48 juta ton/tahun 

- Kapasitas kertas: 25,37 juta ton/tahun 

- Ekspor tembus USD 8,2 miliar 

- Serap 1,48 juta tenaga kerja 
 

“Potensi kemasan berbasis kertas sangat besar, termasuk untuk ritel hingga e-commerce,” ujar Putu.
 

Inovasi Digenjot, Teknologi Dipacu
 

Tak berhenti di situ, berbagai teknologi kemasan masa depan mulai didorong:

- Aseptic packaging 

- Barrier paper 

- Paper bottle 

- Nano-cellulose coating 

- Active paper packaging 
 

Tujuannya jelas: efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing global.
 

Bioplastik: Senjata Baru dari Alam
 

Indonesia juga mulai mengembangkan bioplastik berbasis bahan hayati seperti singkong dan rumput laut.
 

Saat ini kapasitasnya:
 

1. Ubi kayu: 8.000 ton/tahun 

2. Rumput laut: 28 ton/tahun 
 

Dengan posisi Indonesia sebagai produsen besar bahan baku tersebut, peluang ekspansi dinilai sangat terbuka.
 

Strategi Besar: Mandiri dan Kompetitif
 

Kemenperin menegaskan akan terus memantau dinamika global sambil memperkuat struktur industri lewat diversifikasi bahan baku.
 

Langkah ini jadi kunci agar industri agro nasional tak hanya bertahan, tapi juga melesat di tengah tekanan dunia.
 

Industri boleh diguncang. Tapi Indonesia tak goyah.rajamedia

Komentar: