Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rusun Dekat Pabrik Digeber! Menteri Ara Bidik Efisiensi dan Kesejahteraan Buruh

Laporan: Zaki
Rabu, 15 April 2026 | 00:08 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat meninjau  lokasi rencana pembangunan apartemen (rusun) subsidi di kawasan industri PT MOS, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4/2026). - Repro -
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi rencana pembangunan apartemen (rusun) subsidi di kawasan industri PT MOS, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4/2026). - Repro -

RAJAMEDIA.CO — Purwakarta — Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) tancap gas dorong konsep hunian pekerja dekat tempat kerja. Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Ara meninjau langsung lokasi rencana pembangunan apartemen (rusun) subsidi di kawasan industri PT MOS, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4/2026).
 

Pesannya tegas: jarak rumah dan tempat kerja harus dipangkas demi efisiensi dan kualitas hidup.
 

Dekat Tempat Kerja, Hidup Lebih Berkualitas
 

Ara menegaskan, hunian pekerja yang terintegrasi dengan kawasan industri bukan sekadar proyek perumahan, tapi solusi nyata bagi keseharian buruh.
 

Menurutnya, jika pekerja tinggal dekat pabrik:
 

1. Pengeluaran BBM bisa ditekan 

2. Waktu tempuh lebih efisien 

3. Kualitas hidup meningkat 
 

“Hunian pekerja harus dekat dengan tempat kerja. Itu kunci efisiensi,” tegas Ara.
 

Skema Subsidi Disiapkan, Tenor Hingga 30 Tahun
 

Pemerintah tengah menyiapkan regulasi pendukung agar program ini bisa berjalan cepat dan terjangkau.
 

Beberapa skema yang disiapkan antara lain: Keputusan Menteri (Kepmen) rusun subsidi, skema kredit dengan tenor hingga 30 tahun, dukungan penuh subsidi dari pemerintah.
 

Langkah ini diharapkan membuka akses kepemilikan hunian bagi para pekerja industri.
 

Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Rumah
 

Ara juga menekankan, pembangunan rusun tidak boleh berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan kebutuhan dasar masyarakat.
 

Mulai dari akses pendidikan, pasar, hingga fasilitas kesehatan.
 

“Ini bukan hanya bangun rumah, tapi membangun ekosistem,” ujarnya.
 

Industri Mulai Bergerak, Pemerintah Apresiasi
 

Ara mengapresiasi kawasan industri yang sudah mulai proaktif mendukung program ini.
 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri menjadi kunci keberhasilan.
 

Menuju Model Nasional
 

Program ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam penyediaan hunian pekerja berbasis kawasan industri.
 

Target akhirnya jelas:
 

1. Pekerja punya rumah layak 

2. Ekonomi daerah bergerak 

3. Konsumsi energi lebih efisien 
 

Ara menegaskan: masa depan perumahan pekerja bukan lagi soal jarak jauh—tapi soal hidup lebih dekat, lebih hemat, dan lebih manusiawi.rajamedia

Komentar: