Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rachmat Gobel: Stok BBM 21 Hari Harus Jadi Alarm Ketahanan Energi Nasional

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:27 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel - Humas DPR RI -
Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk sekitar 21 hari menuai perhatian publik. Namun bagi Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel, pernyataan tersebut justru merupakan bentuk keterbukaan pemerintah mengenai kondisi energi nasional.
 

Menurut Gobel, transparansi seperti itu penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.
 

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak menyikapi situasi ini secara bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar Gobel saat kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jumat (6/3/2026).
 

Konflik Global Bayangi Pasokan Energi
 

Gobel menjelaskan, situasi geopolitik global saat ini turut memicu kekhawatiran terkait stabilitas pasokan energi dunia. Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terutama antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, berpotensi berdampak pada distribusi energi global.
 

Kondisi tersebut, kata Gobel, harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
 

Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk mengevaluasi berbagai kelemahan dalam sistem energi nasional sekaligus merumuskan langkah strategis jangka panjang.
 

“Yang paling penting adalah pemerintah, termasuk PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), harus mengambil langkah strategis. Ini pengalaman penting untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” tegas politisi asal Gorontalo tersebut.
 

Percepat Investasi Kilang dan Energi Terbarukan
 

Salah satu langkah penting yang menurut Gobel harus segera dilakukan adalah mempercepat investasi di sektor energi, terutama pada pembangunan kilang minyak serta pengembangan energi baru terbarukan.
 

Ia menilai pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif agar berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat.
 

Dengan demikian, Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan energi global yang rentan terhadap gejolak geopolitik.
 

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
 

Di sisi lain, Gobel juga mengingatkan masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap isu stok BBM.
 

Ia menegaskan bahwa panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan justru dapat memperburuk kondisi distribusi di lapangan.
 

“Perlu edukasi dari pemerintah dan seluruh elemen bangsa agar masyarakat tidak panic buying atau bahkan menimbun BBM. Sikap seperti itu justru akan memperparah kondisi,” ujarnya.
 

Gobel menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk membangun sistem energi yang lebih tangguh dan tidak mudah terguncang oleh dinamika global.
 

“Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi dunia,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: