Nanik S Deyang Mundur Dari Jabatan Kepala BGN, Begini Kata Orang Istana
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang resmi mengakhiri masa tugasnya setelah memutuskan mengundurkan diri demi menjalani pengobatan penyakit jantung.
Keputusan itu menutup masa kepemimpinan yang terbilang singkat, namun disebut telah meninggalkan fondasi penting bagi pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengunduran diri tersebut dikonfirmasi Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Rabu (22/7).
"Hari ini, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza dikutip dari laman Media Indonesia.
Sempat Berpamitan Langsung kepada Presiden
Sebelum resmi melepas jabatan, Nanik terlebih dahulu bertemu dan berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan itu diambil murni karena alasan kesehatan, sehingga ia memilih memprioritaskan proses pengobatan dibanding melanjutkan tugas negara.
Meski tidak lagi memimpin BGN, kontribusi Nanik dalam membangun sistem kelembagaan dinilai telah memberi arah baru bagi pelaksanaan program gizi nasional.
Reformasi Kilat dalam Waktu Singkat
Dirgayuza mengungkapkan dirinya telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, Nanik merupakan figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial dan bekerja cepat ketika mendapat amanah.
Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik disebut langsung melakukan audit menyeluruh terhadap berbagai persoalan di internal lembaga.
Ia membangun fondasi reformasi yang menjadi pijakan bagi penguatan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
28 Ribu Dapur Dievaluasi
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Nanik adalah mengevaluasi sekitar 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan MBG.
Dari hasil evaluasi tersebut, sekitar 3.000 dapur SPPG telah diklasifikasikan ke dalam kategori A, B, dan C berdasarkan standar kualitas operasional serta keamanan pangan.
Langkah itu dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan gizi nasional sekaligus memastikan makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar keamanan.
Baru Dilantik Awal Juni
Nanik S. Deyang baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara pada 8 Juni 2026.
Saat itu Presiden Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn.) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Kini, setelah pengunduran dirinya, perhatian publik tertuju pada sosok yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan BGN sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai target pemerintah.
RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.![]()
Olahraga 6 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Daerah | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu