DPR Setujui Hibah Kapal Induk Italia! Giuseppe Garibaldi Segera Perkuat Pertahanan Maritim RI
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Indonesia selangkah lagi memiliki kapal induk. Komisi I DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Persetujuan itu menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat pertahanan maritim nasional, sekaligus membuka peluang transfer teknologi pertahanan dari salah satu negara dengan industri kapal perang paling maju di Eropa.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, hibah kapal induk senilai 54.022.426,67 euro tersebut telah mendapat persetujuan dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/7/2026).
Kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
Bukan Kapal Tempur untuk Berperang
Utut menegaskan, kehadiran Giuseppe Garibaldi bukan untuk kepentingan ofensif atau misi perang.
Menurutnya, kapal tersebut akan difungsikan untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia, mendukung patroli maritim, hingga menjadi pangkalan operasi helikopter dalam berbagai situasi.
"Ini bukan misi perang. Lebih untuk menjaga perbatasan dan mendukung operasi tertentu, termasuk pendaratan helikopter. Kita tentu bangga memiliki aset strategis seperti ini," kata Utut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Italia atas hibah kapal yang dinilai memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Transfer Teknologi Jadi Nilai Utama
Meski usia kapal telah mencapai sekitar 40 tahun, Utut menilai hibah tersebut tetap memberikan manfaat besar.
Menurutnya, yang paling penting bukan sekadar memperoleh kapal, tetapi juga kesempatan mempelajari teknologi, sistem operasional, hingga pengembangan industri pertahanan nasional.
"Kita berharap mendapatkan know-how, pengalaman, dan transfer teknologi. Ke depan penelitian dan pengembangan pertahanan Indonesia harus semakin mampu menghasilkan teknologi yang dapat digunakan langsung di lapangan," ujarnya.
Proses Hibah Sudah Capai 76 Persen
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto menjelaskan proses penerimaan kapal kini telah mencapai 76 persen.
Secara teknis, Giuseppe Garibaldi memiliki kemampuan aviasi yang mampu mengoperasikan helikopter maupun pesawat dengan kemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL).
Kapal tersebut juga mampu membawa sekitar 550 personel, sehingga dapat difungsikan sebagai kapal komando, pusat kendali operasi, hingga pendukung berbagai misi militer maupun nonmiliter.
Perkuat Operasi Kemanusiaan dan Pengamanan Laut
Kemhan menilai hibah kapal induk ini memberikan banyak keuntungan strategis bagi Indonesia.
Selain tidak membebani APBN karena berasal dari hibah, kapal tersebut juga mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kehadiran negara di wilayah laut yang rawan penyelundupan, pencurian sumber daya alam, perompakan, hingga penyusupan kapal asing.
Di luar fungsi pertahanan, kapal juga akan mendukung berbagai operasi kemanusiaan, bantuan bencana, evakuasi warga negara, serta memperkuat kemampuan TNI AL dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.
Langkah Baru Modernisasi Alutsista
Masuknya Giuseppe Garibaldi menjadi salah satu langkah penting dalam program modernisasi pertahanan yang tengah dijalankan pemerintah.
Dengan luas wilayah laut yang mencapai lebih dari dua pertiga kawasan Indonesia, kehadiran kapal induk dinilai akan memperbesar daya jangkau operasi TNI AL sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.
RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.![]()
Olahraga 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu