Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Saksikan MoU UIII - USNB, KH Maruf Amin Sebut sebagai 'Pertemuan Dua Arus Laut'

Laporan: Zulhidayat Siregar
Kamis, 05 Maret 2026 | 10:03 WIB
Mantan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin - Repro
Mantan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin - Repro

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Pendidikan - Mantan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyambangi kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang terletak di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat kemarin (Rabu, 4/3/2026).


Kedatangan sosok ulama yang pernah menjadi Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU in untuk menghadiri acara Berbuka Puasa Bersama sekaligus menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIII dengan Universitas Syeikh Nawawi Banten (USNB).


Lewat akun Instagram-nya @kyai_marufamin, Kiai Ma'ruf Amin yang didapuk sebagai pemberi tausiyah, menyambut baik kerja sama yang dijalin kedua kampus tersebut.


Dia menyebut UIII dan USNB itu adalah majmaul bahrain (pertemuan dua arus laut) karena punya tugas dan tanggung jawab yang sama di dunia pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemajuan ilmu keislaman di Indonesia.


Emban Dua Misi Mulia


Lebih jauh dia menjelaskan, setidaknya kedua kampus itu mempunyai dua misi mulia. Pertama, mencetak mutafaqqihina fiddin (ahli agama) seperti dijelaskan dalam Surat At-Taubah ayat 122.


وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ


"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."


Kedua, melahirkan musta'mirinal ardla (ahli sains dan teknologi pembangunan) yang cerdas, peka, dan tangguh (resilience). Sesuai dengan Surat Hud ayat 61.


هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

"Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya."


Tantangan Berat di Era Zamanul Iltibas


Tokoh asal Banten yang juga keturunan ulama besar Syeikh Nawawi Al-Bantani ini menekankan kedua kedua misi mulia tersebut harus bisa diwujudkan.


Mengingat tantangan semakin berat ke depan di tengah persaingan global yang semakin kompleks; di era disrupsi atau post thruth, yang disebutnya sebagai zamanul iltibas (era penuh kesamaran).


"Karena itu, perlu kesungguhan dan sinergi yang kuat untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, yang tak hanya ahli agama tapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains," demikian KH Ma'ruf Amin.rajamedia

Komentar: