Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pembayaran Komodo

Oleh: Dahlan Iskan
Kamis, 11 Mei 2023 | 07:13 WIB
Presiden Jokowi dan PM Timor-Leste Taur Matan Ruak menggelar pertemuan bilateral di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Selasa (09/5). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi dan PM Timor-Leste Taur Matan Ruak menggelar pertemuan bilateral di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Selasa (09/5). (Foto: BPMI Setpres)

RAJAMEDIA.CO - Disway - TEROBOSAN masih terus bisa dilakukan Presiden Jokowi. Kali ini memilih Komodo sebagai tempat KTT ASEAN plus 3. Tak terbayangkan KTT ASEAN dilaksanakan di tempat yang begitu jauh dan terpencil.

Tapi itulah cara Presiden Jokowi mempromosikan daerah wisata Indonesia. Apalagi selama pemerintahannya sudah habis-habisan membangun pulau Komodo dan sekitarnya.

Salah satu keuntungan bagi masyarakat Flores bagian barat adalah ini: punya rumah sakit baru di ujung barat pulau itu. Yakni Rumah Sakit Komodo. Yang langsung punya kemampuan melaksanakan intervensi jantung dan stroke.

Menkes Budi Gunadi Sadikin yang membangunnya. Yang melengkapi alat-alatnya. Menugaskan dokter ahlinya. Maka orang Flores kini tidak harus ke Surabaya atau ke Bali untuk pasang ring di jantung. RS Komodo sudah bisa melakukan.

Untuk bisa pasang ring memang harus punya ahli jantung dan pembuluh darah. Lalu harus punya paling tidak tiga perawat ahli. Tidak diperlukan ahli-ahli lainnya. Timnya cukup sederhana. Paling, salah satu perawat itu harus bisa membaca hasil pemeriksaan awal kerja jantung.

Pun untuk bisa melakukan intervensi stroke. Yakni semacam ''pasang ring'' di pembuluh darah di otak yang buntu. Cukup diperlukan ahli saraf. Kalau strokenya lebih berat baru diperlukan ahli bedah saraf.

Berarti selama jadi menkes sudah dua rumah sakit di NTT yang ia buat bisa melakukan intervensi jantung dan stroke. Satunya lagi di Kupang, di pulau Timor.

Tentu ada juga kritik. Mengapa RS itu dibangun di ujung jauh pulau Flores. Mengapa tidak di Ende atau Mataloko. Agar penduduk Flores Timur yang padat bisa memanfaatkannya dengan mudah. Orang Maumere misalnya, perlu waktu 10 jam untuk sampai RS Komodo. Jalannya berliku tidak habis-habisnya. Lewat Ende, Mataloko, Bajawa, dan Ruteng. Ketika menelusuri jalan itu, dulu, saya langsung menyebutnya sebagai jalan kelok seribu.

Tapi tetap harus disyukuri. Tetap akan lebih terjangkau daripada harus naik pesawat terbang ke Surabaya atau ke Kupang.rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Foto Ilustrasi: Dok Gemini -
Tangsel Sudah Darurat Sampah
Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat awal tahu 2026 ke jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (6/1/2026) - TangkapanLayar/BPMI -
Gudang Beras dan Meja Kabinet
Rabu, 07 Januari 2026
Presiden Venezuela Nicolás Maduro saat digiring pasukan elit Amerika - Repro -
Venezuela dan Ujian Bebas Aktif
Selasa, 06 Januari 2026
Menteri PKP Maruarar Sirait saat merealisasikan perumahan untuk rakyat -
Open House yang Dipelintir
Kamis, 01 Januari 2026
Tim Ekspedisi Semar (Semangat Menggali Akar) Touring Club Depok berpose di depan pintu gerbang Ciptagelar, nama sebelum beralih jadi Gelar Alam. - Dok. Pribadi
'Naik Haji' ke Kasepuhan Gelar Alam
Senin, 29 Desember 2025