Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Minim Akses Kerja, Komisi I DPRD Kota Bekasi Soroti Nasib Disabilitas

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 04 Maret 2026 | 19:36 WIB
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil -
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil -

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi – Akses pelatihan bagi penyandang disabilitas di Kota Bekasi dinilai masih jauh dari ideal. Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil, mendorong pembentukan lembaga pelatihan keterampilan khusus agar kelompok disabilitas memiliki bekal hidup mandiri.
 

“Usulannya agar dibuat lembaga-lembaga pelatihan, sehingga teman-teman disabilitas kita bisa mendapatkan keterampilan untuk menjalani kehidupan mereka,” ujar Kamil, Rabu (4/3/2026).
 

Aspirasi tersebut ia sampaikan saat reses di RW 10, Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, pertengahan Februari lalu.
 

SLB Terbatas, Akses Vokasi Minim
 

Kamil menyoroti minimnya fasilitas pendidikan dan pelatihan. Saat ini, menurutnya, hanya ada satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang harus menampung ribuan penyandang disabilitas.
 

Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan regulasi yang mewajibkan perusahaan merekrut tenaga kerja disabilitas. Tanpa pelatihan yang memadai, peluang kerja sulit terealisasi.
 

“Karena kurangnya pelatihan, banyak perusahaan yang belum menggunakan tenaga kerja dari kelompok disabilitas,” tegasnya.
 

Mulai dari Pelatihan Sederhana
 

Kamil mengusulkan langkah bertahap dan realistis. Pemerintah Kota Bekasi bisa memulai dengan pelatihan sederhana namun aplikatif, seperti berkebun, menjahit, atau keterampilan lain yang sesuai kemampuan individu.
 

“Pelatihan yang sederhana tapi bisa dilakukan oleh mereka, sehingga setelah lulus sekolah punya keterampilan yang bisa dijual untuk mendapatkan penghasilan,” tuturnya.
 

Perlu Keberpihakan Nyata
 

Menurutnya, perhatian terhadap penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada wacana inklusi. Lingkungan sosial dan fasilitas publik juga harus semakin ramah dan mendukung.
 

“Kalau mereka tidak diperhatikan, sangat kasihan. Apalagi lingkungan kita juga belum banyak mendukung bagi kaum disabilitas,” kata Kamil.
 

Bagi DPRD, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: inklusi bukan hanya soal regulasi, tetapi tentang membuka ruang nyata agar penyandang disabilitas bisa mandiri dan bermartabat.rajamedia

Komentar: