Menteri Ara Gandeng Gekrafs, Perjuangkan Akses Rumah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian untuk membahas kebutuhan perumahan bagi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu malam (19/8/2026). Diskusi menjadi ruang bagi Kementerian PKP untuk mendengar langsung berbagai masukan dari komunitas ekonomi kreatif terkait kebutuhan hunian.
Rumah Adalah Kebutuhan Semua Masyarakat
Ara saapan akrab Maruarar Sirait menegaskan kebutuhan terhadap rumah tidak mengenal latar belakang maupun jenis pekerjaan.
Menurutnya, setiap masyarakat memiliki hak dan kebutuhan terhadap hunian yang layak, termasuk mereka yang bekerja di sektor ekonomi kreatif.

“Bagi kami, kebutuhan akan rumah adalah kebutuhan semua masyarakat, apa pun latar belakang dan pekerjaannya,” ujar Maruarar.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan perumahan pemerintah tidak hanya menyasar kelompok pekerja formal, tetapi juga berbagai profesi dan pelaku ekonomi kreatif.
Program Perumahan Dibuka untuk Masyarakat
Maruarar menjelaskan Kementerian PKP memiliki berbagai program perumahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, sosialisasi dan kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat dinilai penting agar informasi mengenai program perumahan dapat menjangkau lebih banyak calon penerima manfaat.
Menurutnya, keterlibatan komunitas dan organisasi seperti Gekrafs dapat menjadi jembatan untuk memahami kebutuhan hunian dari berbagai sektor pekerjaan.
Gekrafs Beri Masukan dari Pelaku Ekonomi Kreatif
Pertemuan dengan Kawendra Lukistian juga menjadi kesempatan bagi Kementerian PKP untuk mendengar masukan langsung dari kalangan ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi kreatif memiliki karakteristik pekerjaan yang beragam. Karena itu, kebutuhan terhadap akses pembiayaan dan kepemilikan rumah juga membutuhkan pendekatan yang mampu menjangkau kondisi masyarakat yang berbeda-beda.
Masukan dari komunitas tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam pengembangan kebijakan perumahan yang semakin inklusif.
Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Akses Hunian
Maruarar menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah.
Kolaborasi dengan organisasi, komunitas, dunia usaha, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar program perumahan dapat disosialisasikan sekaligus dimanfaatkan secara optimal.
“Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar program-program tersebut bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Dorong Rumah, Perkuat Ekonomi Kreatif
Kebutuhan hunian juga memiliki keterkaitan dengan produktivitas masyarakat. Bagi pelaku ekonomi kreatif, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi dalam banyak kasus juga menjadi ruang untuk bekerja dan mengembangkan usaha.
Karena itu, perluasan akses perumahan diharapkan dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maruarar menyampaikan apresiasi kepada Gekrafs atas silaturahmi dan berbagai masukan yang diberikan.
“Terima kasih Gekrafs atas silaturahmi dan masukannya. Semoga komunikasi dan kolaborasi ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam mendorong akses hunian yang lebih luas, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Otomotif 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu