Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kemenhaj Perkuat Sinergi KBIHU, Siapkan Haji 1448 H dengan Konsep Tri Sukses

Laporan: Firman
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf - Foto: Dok. Kemenhaj -
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf - Foto: Dok. Kemenhaj -

RAJAMEDIA.CO — Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam menyiapkan penyelenggaraan Haji 1448 H/2027 M.
 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
 

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam kegiatan Silaturahmi Akbar dan Rapat Koordinasi KBIHU se-Jawa Timur di Surabaya, Selasa (25/8/2026).
 

Evaluasi Haji 1447 H Jadi Dasar Pembenahan
 

Menhaj mengatakan evaluasi penyelenggaraan Haji 1447 H harus menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas layanan pada musim haji berikutnya.
 

“Fokus kita bukan hanya keberangkatan dan pemulangan, tetapi juga kualitas pembinaan, perlindungan jemaah, ketertiban data, kesehatan, dan kepatuhan seluruh ekosistem layanan,” ujar Menhaj.
 

Pada penyelenggaraan Haji 1447 H, Embarkasi dan Debarkasi Surabaya melayani 116 kloter dengan total 43.537 jemaah dan 463 petugas kloter.
 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 39.462 jemaah atau sekitar 91 persen tercatat tergabung dalam KBIHU.
 

Verifikasi Data Jemaah Diperketat
 

Kemenhaj meminta proses verifikasi data calon jemaah diperketat sejak awal.
 

Verifikasi mencakup nomor porsi, NIK, status pelunasan, paspor, hasil istithaah kesehatan, hubungan keluarga hingga penempatan kloter.
 

“Tidak boleh ada manipulasi hubungan keluarga, perubahan identitas, atau perpindahan kloter tanpa dasar. Keadilan antrean harus dijaga. Hak jemaah tidak boleh dirusak oleh permainan data,” tegas Menhaj.
 

Menurutnya, ketertiban data menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan haji berlangsung adil, transparan dan sesuai ketentuan.
 

Jemaah Lansia Jadi Perhatian Khusus
 

Kemenhaj juga akan memperkuat penerapan istithaah kesehatan berbasis profil risiko.
 

Dari 77 jemaah yang wafat di Arab Saudi selama operasional Haji 1447 H, sebanyak 62 orang berusia 61 tahun ke atas.
 

Karena itu, jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi akan mendapatkan pemantauan serta pendampingan lebih intensif sejak sebelum keberangkatan.
 

Manasik Haji Diperkuat
 

Dari sisi pembinaan, penyelenggaraan Haji 1448 H direncanakan memiliki tujuh kali manasik, termasuk dua kali manasik kesehatan.
 

Materi manasik juga akan diperkuat dengan berbagai simulasi dan pemahaman teknis ibadah, termasuk simulasi pergerakan, rukhsah, murur, tanazul, safari wukuf, serta ketentuan hadyu dan dam.
 

Langkah tersebut diharapkan membuat jemaah lebih siap menghadapi berbagai kondisi selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
 

KBIHU Diminta Jadi Mitra Strategis
 

Menhaj menegaskan KBIHU harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan jemaah sekaligus tetap patuh terhadap regulasi.
 

KBIHU tidak boleh menjanjikan penggabungan jemaah, perpindahan kloter, percepatan keberangkatan maupun fasilitas lain yang berada di luar kewenangannya.
 

Penegasan tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban penyelenggaraan sekaligus melindungi jemaah dari informasi atau janji yang tidak sesuai aturan.
 

Edukasi Haji Nonprosedural Diperluas
 

Kemenhaj juga meminta edukasi mengenai umrah aman dan pencegahan haji nonprosedural terus diperluas kepada masyarakat.
 

Masyarakat diingatkan bahwa ibadah haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji dan melalui jalur penyelenggaraan resmi.
 

Langkah edukasi tersebut dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban praktik penyelenggaraan haji yang tidak sesuai ketentuan.
 

Menuju Tri Sukses Haji
 

Menhaj menegaskan pemerintah, KBIHU dan seluruh ekosistem penyelenggaraan haji memiliki peran masing-masing dalam meningkatkan kualitas layanan.
 

“Pemerintah menyiapkan regulasi, sistem, dan pengawasan. KBIHU memperkuat pembinaan jemaah. Kita ingin jemaah lebih siap, pembimbing lebih profesional, penyelenggara lebih patuh, layanan lebih aman, dan ekosistem haji lebih tertib,” pungkas Menhaj.
 

Dengan penguatan sinergi tersebut, penyelenggaraan Haji 1448 H diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelancaran ritual ibadah, tetapi juga mampu membangun ekosistem haji yang tertib, profesional dan memberikan manfaat lebih luas bagi umat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: