Gubernur Lemhannas: Anak Muda Bali Jangan Jadi Warga Asing di Negeri Sendiri
RAJAMEDIA.CO — Denpasar — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengingatkan generasi muda Bali agar mampu menghadapi persaingan global tanpa kehilangan jati diri, budaya, dan kearifan lokal.
Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Selasa pagi, 1 September 2026. Kegiatan dihadiri sekitar 3.200 mahasiswa baru dan civitas akademika Universitas Warmadewa.
Lemhannas Goes to Campus
Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari program Lemhannas Goes to Campus yang bertujuan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lemhannas menyampaikan konsep bela negara yang relevan bagi generasi muda saat ini.
Menurutnya, bela negara tidak selalu diwujudkan melalui aktivitas militer. Generasi muda dapat menunjukkan kecintaan kepada bangsa dengan meraih prestasi di berbagai bidang, mengharumkan nama Indonesia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Bela Negara Lewat Prestasi
Gubernur Lemhannas mendorong mahasiswa untuk menjadikan pendidikan dan prestasi sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.
Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia di tengah perubahan dan persaingan global yang semakin kompetitif.
Karena itu, semangat kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan untuk berprestasi dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
Bali Harus Tetap Bersahabat
Dalam kuliah umum tersebut, Gubernur Lemhannas juga menyoroti posisi Bali sebagai salah satu destinasi global.
Menurutnya, Bali harus mampu menjadi destinasi yang nyaman dan bersahabat bagi warga dunia, namun keterbukaan tersebut tidak boleh membuat masyarakat lokal kehilangan identitasnya.

“Anak muda Bali tidak boleh menjadi warga asing di negara sendiri,” tegasnya.
Jangan Tercerabut dari Kearifan Lokal
Gubernur Lemhannas mengingatkan bahwa keindahan alam dan kekayaan Indonesia merupakan modal besar yang harus dijaga bersama.
Keterbukaan terhadap dunia global, kata dia, harus tetap dibarengi dengan kecintaan terhadap budaya dan identitas bangsa.
Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, generasi muda Bali diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat global tanpa tercerabut dari akar tradisi.
Kearifan lokal dan identitas bangsa harus tetap menjadi fondasi ketika generasi muda melangkah ke panggung dunia.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 5 hari yang lalu
Opini | 1 minggu yang lalu
Daerah | 1 minggu yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Parlemen | 1 minggu yang lalu
Politik | 1 minggu yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu