Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan di Hadapan 4.200 Mahasiswa Baru: Spirit Trisakti Tetap Relevan di Era Global

Laporan: Firman
Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:14 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb Ace Hasan Syadzily saar memberikan kuliah umum kepada 4.200 mahasiswa baru Universitas Trisakti, Kamis pagi (27/8/2026). - Foto: Istimewa/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb Ace Hasan Syadzily saar memberikan kuliah umum kepada 4.200 mahasiswa baru Universitas Trisakti, Kamis pagi (27/8/2026). - Foto: Istimewa/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb Ace Hasan Syadzily memberikan kuliah umum kepada 4.200 mahasiswa baru Universitas Trisakti, Kamis pagi (27/8/2026).
 

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Tantangan Generasi Muda Indonesia & Bela Negara”. Di hadapan ribuan mahasiswa, Ace Hasan menekankan pentingnya membangun karakter kebangsaan di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan global.
 

Ace Hasan: Setiap Generasi Punya Tantangan Berbeda
 

Ace Hasan mengatakan perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang berbeda bagi setiap generasi. Karena itu, generasi muda harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.

“Setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda,” ujarnya.


Menurut Ace, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan semangat kebangsaan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menentukan arah Indonesia di masa depan.
 

Spirit Trisakti Masih Relevan
 

Dalam kuliah umum tersebut, Ace Hasan juga mengingatkan kembali pentingnya Spirit Trisakti yang mencakup tiga prinsip utama, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
 

Ia menilai ketiga prinsip tersebut masih relevan untuk terus dihidupkan dalam semangat kebangsaan generasi muda, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

“Spirit Trisakti, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, masih relevan untuk terus dihidupkan dalam semangat kebangsaan bagi anak muda, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti saat ini.”
 

Pesan tersebut disampaikan Ace sebagai pengingat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap kepentingan bangsa.
 

Bela Negara di Tengah Persaingan Global
 

Mengangkat tema “Tantangan Generasi Muda Indonesia & Bela Negara”, Ace Hasan mengajak mahasiswa memahami bela negara dalam konteks tantangan kekinian.
 

Generasi muda menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat, dinamika ekonomi global, serta persaingan antarnegara yang semakin kompleks.
 

Dalam kondisi tersebut, karakter kebangsaan menjadi modal penting agar generasi muda mampu mengambil peran sekaligus menjaga kepentingan nasional.
 

Bela negara, dalam konteks tersebut, tidak hanya dimaknai sebagai upaya mempertahankan negara dari ancaman fisik, tetapi juga diwujudkan melalui prestasi, kompetensi, integritas, serta kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
 

Kuliah Umum Dihadiri Rektor Trisakti
 

Kuliah umum tersebut dihadiri Rektor Universitas Trisakti Prof. Kadarsyah Suryadi, para Wakil Rektor, serta civitas akademika Universitas Trisakti.

Kehadiran sekitar 4.200 mahasiswa baru menjadi momentum bagi Ace Hasan untuk menyampaikan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
 

Menurut Ace, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun masa depan Indonesia. Karena itu, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kesadaran kebangsaan.
 

Teknologi Maju, Karakter Jangan Tertinggal
 

Pesan Ace Hasan kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti menjadi relevan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
 

Teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda, tetapi juga membawa tantangan baru. Tanpa karakter kebangsaan yang kuat, kemajuan teknologi berisiko tidak sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan negara.
 

Karena itu, semangat Trisakti dinilai tetap memiliki tempat penting dalam membangun generasi muda Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan memiliki kepribadian.
 

Generasi boleh berubah, teknologi terus berkembang, tetapi karakter kebangsaan dan semangat membangun Indonesia tidak boleh kehilangan arah.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: