Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan: NU Harus Terus Bertransformasi, Pesantren Jadi Basis Peradaban Islam Indonesia

Laporan: Firman
Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. H. Ace Hasan Syadzily saat mengupas buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban” karya Dr. H. Idrus Marham di Hotel Novotel, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). - Foto: Istimewa/RMN -
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. H. Ace Hasan Syadzily saat mengupas buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban” karya Dr. H. Idrus Marham di Hotel Novotel, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). - Foto: Istimewa/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa sekaligus membangun peradaban Islam Indonesia yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan.
 

Pandangan tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menjadi salah satu narasumber dalam peluncuran buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban” karya Dr. H. Idrus Marham di Hotel Novotel, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
 

Forum tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi dan peran NU menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur.
 

Ace Hasan Bersama Senior NU Bahas Masa Depan Organisasi
 

Dalam diskusi tersebut, Ace Hasan hadir bersama sejumlah senior NU, antara lain KH Endin AJ Soefihara, KH Andi D Jamaro, dan Dr. KH Syamsul Ma’arif.
 

Diskusi dipandu Andi Najmi Fuadi serta menghadirkan Prof. Kamaruddin Amin, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, dan KH Dr. Cholil Nafis, Rais Syuriah PBNU.
 

Para narasumber memberikan perspektif mengenai tantangan NU sekaligus kontribusinya terhadap pembangunan bangsa dan peradaban Indonesia.
 

NU Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman
 

Sebagai warga Nahdliyin, Ace Hasan menilai NU memiliki modal sosial dan sejarah yang sangat besar untuk terus berkontribusi bagi Indonesia.
 

Namun, besarnya organisasi harus diikuti kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Sebagai warga Nahdliyin, saya menilai NU memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa,” ujar Ace Hasan.
 

Menurutnya, transformasi NU perlu diarahkan terutama pada penguatan sumber daya manusia jamaah.
 

Penguatan tersebut menjadi penting karena tantangan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks, mulai dari perubahan teknologi, ekonomi, pendidikan hingga dinamika sosial dan geopolitik.
 

Pesantren dan Madrasah Jadi Kekuatan Utama
 

Ace Hasan menilai pesantren dan madrasah memiliki posisi strategis dalam agenda transformasi tersebut.
 

Selama ini, kedua lembaga pendidikan tersebut telah menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi keilmuan dan karakter warga Nahdliyin.
 

“Melalui pesantren dan madrasah, NU harus mendorong peradaban Islam Indonesia yang menampilkan wajah Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya.
 

Menurutnya, pesantren tidak hanya perlu mempertahankan kekuatan tradisi keislaman, tetapi juga harus mampu membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan dan wawasan kebangsaan.
 

Menjelang Muktamar NU ke-35
 

Pembahasan mengenai masa depan NU menjadi semakin relevan menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang.
 

Muktamar diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan agenda besar NU menghadapi perubahan zaman.
 

Ace Hasan menilai NU harus mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan transformasi.
 

Tradisi keislaman yang telah menjadi identitas NU perlu dipertahankan, sementara inovasi dan penguatan kapasitas jamaah harus terus dikembangkan.
 

Dari Kekuatan Jamaah Menuju Kekuatan Peradaban
 

Dengan basis pesantren, madrasah, perguruan tinggi dan jaringan warga Nahdliyin yang luas, NU memiliki modal besar untuk berkontribusi lebih jauh dalam pembangunan Indonesia.
 

Karena itu, penguatan SDM menjadi salah satu kunci agar kekuatan jamaah dapat berkembang menjadi kekuatan peradaban.
 

NU tidak hanya dituntut menjaga kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan kehidupan kebangsaan.
 

Pada titik itulah gagasan mengenai “NU dan Tantangan Peradaban” menjadi penting.
 

Sebab, tantangan NU ke depan bukan sekadar bagaimana mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi bagaimana menjadikan tradisi keislaman, kekuatan jamaah dan jaringan pendidikan sebagai energi kemajuan bangsa.
 

Islam Indonesia yang Rahmatan Lil Alamin
 

Ace Hasan menekankan pentingnya NU terus menghadirkan wajah Islam Indonesia yang damai, moderat, inklusif dan membawa kemaslahatan.
 

Semangat rahmatan lil alamin dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 

Dengan demikian, NU diharapkan tetap menjadi salah satu kekuatan utama yang menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong Indonesia menuju masyarakat yang lebih maju dan berkeadaban.
 

Menjelang Muktamar ke-35, tantangan NU bukan hanya memilih arah kepemimpinan, tetapi menentukan bagaimana organisasi besar ini mampu menjawab tantangan peradaban dan membawa manfaat yang semakin luas bagi bangsa.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: