Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Duka Cita Buat Driver Ojol! Rais Aam PBNU Ajak Semua Pihak Tahan Diri

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:07 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar - Repro -
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Polkam - RAIS Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar, menyerukan seluruh elemen bangsa untuk menahan diri dan menjaga perdamaian di tengah situasi Indonesia yang memanas.
 

Seruan itu disampaikan usai tragedi meninggalnya seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas terlindas mobil barracuda Brimob pada Kamis (28/8) malam.
 

Duka Mendalam untuk Keluarga Korban
 

KH. Miftachul Akhyar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
 

“Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ucapnya.
 

Aspirasi Harus Dihormati
 

Menurut Rais Aam, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara. Namun, ia mengingatkan aparat untuk mengedepankan sikap sabar, bijaksana, dan dialog dalam menghadapi massa aksi.
 

“Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang merugikan semua pihak,” tegasnya.
 

Hindari Provokasi dan Anarkisme
 

Rais Aam juga mengimbau peserta aksi dan masyarakat untuk tidak terprovokasi maupun bertindak anarkis. Tragedi Affan, katanya, harus menjadi pelajaran agar peristiwa serupa tak terulang.
 

Arahan Presiden dan Kapolri Jadi Pedoman
 

KH. Miftachul Akhyar menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus menjadi pegangan bersama.
 

“Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara damai dan bermartabat. Jangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa,” tutup Rais Aam PBNU.rajamedia

Komentar: