Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BMKG Alarm Bahaya! Gelombang 4 Meter Intai Selatan Jawa-Bali-NTT, Nelayan Diminta Siaga

Laporan: Firman
Senin, 27 April 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi - RMN -
Ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Zona rawan mencakup selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur.
 

Peringatan ini berlaku hingga 29 April 2026 dan wajib menjadi perhatian nelayan, operator kapal, hingga masyarakat pesisir.
 

Selatan Indonesia Jadi Titik Rawan
 

BMKG menyebut gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di wilayah:
 

1. Samudra Hindia selatan Banten 

2. Selatan Jawa Barat 

3. Selatan Jawa Tengah 

4. Selatan Jawa Timur 

5. Perairan Bali 

6. Hingga Nusa Tenggara Timur 
 

Kondisi ini dipicu pola angin kencang di wilayah selatan Indonesia.
 

Laut Arafura Paling Kencang
 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafura, mencapai 25 knot.
 

Sementara wilayah utara Indonesia dipengaruhi angin timur laut hingga timur dengan kecepatan 4–20 knot.
 

Kombinasi angin kuat dan tekanan udara memicu peningkatan tinggi gelombang secara signifikan.
 

Wilayah Lain Juga Waspada
 

Gelombang sedang 1,25 hingga 2,5 meter juga terpantau di:
 

1. Samudra Hindia barat Aceh 

2. Mentawai 

3. Nias 

4. Bengkulu 

5. Laut Flores 

6. Laut Banda 

7. Laut Maluku 

8. Samudra Pasifik utara Papua 
 

Nelayan dan Kapal Kecil Paling Berisiko
 

BMKG mengingatkan:
 

1. Perahu nelayan rawan saat angin 15 knot, gelombang 1,25 m 

2. Kapal tongkang rawan saat angin 16 knot, gelombang 1,5 m 

3. Kapal ferry rawan saat angin 21 knot, gelombang 2,5 m 
 

Artinya, kondisi saat ini sudah masuk kategori berbahaya bagi banyak aktivitas laut.
 

Warga Pesisir Diminta Siaga
 

Masyarakat di kawasan pesisir diminta memantau informasi cuaca terbaru dan menunda aktivitas berisiko tinggi bila diperlukan.
 

Laut bisa berubah cepat, dan satu kelalaian bisa berujung fatal.rajamedia

Komentar: