Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Aher Dukung Penundaan Pasukan ke Gaza: “Jangan Gegabah, PBB Harus Jadi Jalan”

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 22 Maret 2026 | 08:59 WIB
Anggota DPR RI Anggota DPR RI Ahmad Heryawan -
Anggota DPR RI Anggota DPR RI Ahmad Heryawan -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - LANGKAH pemerintah menunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza mendapat dukungan dari Senayan. Anggota DPR RI Ahmad Heryawan menilai keputusan itu bukan mundur—tapi strategi.
 

Menurut pria yang akrab disapa Kang Aher itu, pendekatan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jauh lebih tepat, terukur, dan memiliki legitimasi internasional yang kuat.
 

Situasi Gaza Masih “Panas”, Risiko Tinggi
 

Aher mengingatkan, kondisi di Gaza saat ini belum stabil. Dinamika konflik masih tinggi dan penuh ketidakpastian.
 

Mengirim pasukan dalam situasi seperti itu, kata dia, bukan hanya soal keberanian—tapi juga soal keselamatan dan kalkulasi politik.
 

“Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak. Kita harus memastikan setiap keterlibatan Indonesia berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB,” tegas Aher dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
 

PBB Jadi Kunci Legitimasi Internasional
 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menekankan, selama ini Indonesia selalu konsisten dalam misi perdamaian dunia: bergerak dalam koridor hukum internasional.
 

Artinya, jalur PBB bukan sekadar formalitas, tapi fondasi utama agar:
 

- Misi berjalan efektif 

- Tidak menimbulkan konflik baru 

- Mendapat pengakuan global 
 

“Indonesia punya rekam jejak kuat dalam misi perdamaian. Maka mekanisme PBB adalah jalur paling tepat,” ujarnya.
 

Diplomasi Harus Lebih Kencang, Bukan Sekadar Pasukan
 

Aher juga mengingatkan, peran Indonesia tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk pengiriman pasukan.
 

Menurutnya, ada jalur lain yang justru lebih strategis:

- Diplomasi kemanusiaan 

- Tekanan internasional untuk gencatan senjata 

- Bantuan langsung bagi rakyat Palestina 
 

“Peran kita bukan hanya pasukan, tapi juga diplomasi aktif di forum internasional,” tegasnya.
 

Sorotan ke BOP: Perlu Dievaluasi?
 

Di bagian ini, Aher mulai “menyentil”.
 

Ia mendorong pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak global. Tapi di saat yang sama, ia juga mengingatkan soal posisi Indonesia di Board of Peace (BoP).
 

Menurutnya, jika BoP tidak menunjukkan ketegasan dalam menjamin kemerdekaan Palestina, maka keberadaan Indonesia di dalamnya layak dipertanyakan.
 

“Jika BOP tidak tegas dalam menjamin kemerdekaan Palestina, sebagai negara merdeka dengan politik bebas aktif, keberadaan Indonesia harus segera dievaluasi,” katanya.
 

Ajakan Jaga Soliditas Dukungan Palestina
 

Di akhir pernyataannya, Aher mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap solid dalam mendukung Palestina.
 

Dukungan itu, kata dia, tidak hanya bersifat politik, tetapi juga moral dan kemanusiaan.
 

“Semua elemen bangsa harus terus memberikan dukungan bagi rakyat Palestina dan menjaga persatuan dalam menyikapi isu global yang sensitif,” pungkasnya.
 

Pesan Aher jelas:
Jangan gegabah kirim pasukan.
Perkuat diplomasi.
Dan kalau forum damai tak lagi tegas—Indonesia harus berani mengevaluasi posisinya.rajamedia

Komentar: