16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan! Rektor Tegas: Tunggu Hasil Investigasi Satgas
RAJAMEDIA.CO — Depok — Langkah tegas diambil Universitas Indonesia. Sebanyak 16 mahasiswa Fakultas Hukum yang diduga terlibat kasus kekerasan seksual resmi dinonaktifkan secara akademik.
Rektor UI, Heri Hermansyah, memastikan keputusan ini berlaku mulai hari ini, sambil menunggu hasil investigasi internal.
Nonaktif Sementara, Proses Jalan Terus
Penonaktifan akademik dilakukan sebagai langkah awal untuk menjaga integritas proses pemeriksaan.
“Hari ini penonaktifan akademik untuk para pelaku, sambil menunggu hasil investigasi Satgas PPK UI,” tegas Heri, Rabu (15/4/2026).
Status ini bersifat sementara hingga proses investigasi selesai dan keputusan final diambil.
Satgas PPK Turun Tangan
Kasus ini kini ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UI.
Tim ini bertugas melakukan investigasi menyeluruh, memastikan setiap fakta terungkap secara objektif dan transparan.
Pendekatan Berpihak pada Korban
UI menegaskan, penanganan kasus ini menggunakan pendekatan victim-centered.
Artinya, korban menjadi prioritas utama dengan berbagai bentuk perlindungan:
1. Pendampingan psikologis
2. Bantuan hukum
3. Dukungan akademik berkelanjutan
Tak hanya itu, identitas korban dijaga ketat untuk menghindari tekanan tambahan.
Stop Spekulasi, Jaga Proses
UI juga mengingatkan publik untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Spekulasi liar dinilai berpotensi merusak proses hukum dan memperburuk kondisi para pihak yang terlibat.
“Partisipasi publik yang bijak sangat penting untuk menjaga integritas proses,” menjadi pesan kampus.
Ujian Serius Dunia Kampus
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan—bahwa isu kekerasan seksual belum sepenuhnya selesai.
Kini, publik menunggu hasil investigasi. Satu yang pasti, UI sudah mengambil langkah awal: bertindak, bukan diam.![]()
Peristiwa 5 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Daerah | 1 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Ekbis | 1 hari yang lalu



