Stok Beras Pemerintah 5,1 Juta Ton, Bapanas Pastikan Indonesia Aman Hadapi El Nino
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman di tengah fenomena El Nino yang melanda Indonesia.
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,1 juta ton. Pemerintah menilai jumlah tersebut cukup kuat untuk menopang kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi kondisi bencana dan keadaan darurat.
Stok CBP Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan di setiap lini rantai pasok pangan.
Menurut Amran, stok beras pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri.
“Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton,” kata Amran dikutip di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Amran mengakui pemerintah menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan harga pangan.
“Harga naik, konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang-sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah,” ujarnya.
Harga Beras Dunia Naik, Pemerintah Pastikan Rakyat Tak Kekurangan
Kenaikan harga beras di pasar dunia menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah.
Namun, Amran menegaskan kondisi tersebut tidak boleh sampai membuat masyarakat Indonesia mengalami kekurangan pangan.
“Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp100 ribu per kilo,” katanya.
Menurutnya, ketersediaan beras harus menjadi prioritas karena kekurangan pangan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Kita pastikan itu tidak terjadi,” tegas Amran.
Bantuan Beras untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah juga memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
Dalam penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bapanas hingga 24 Agustus telah menambahkan alokasi bantuan beras bencana dan bantuan pangan beras reguler menjadi 9,98 ribu ton.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di tujuh kabupaten terdampak, dengan nilai diperkirakan mencapai Rp139 miliar.
Dari total tersebut, sebanyak 1,32 ribu ton berasal dari program bantuan bencana, sedangkan 8,65 ribu ton berasal dari program bantuan pangan beras reguler.
Bantuan Bencana Disesuaikan dengan Kondisi Darurat
Alokasi bantuan bencana dihitung berdasarkan 265.375 jiwa dengan kebutuhan 300 gram beras per orang per hari selama 14 hari masa tanggap darurat tahap pertama.
Untuk memudahkan distribusi, Keputusan Kepala Bapanas Nomor 2 Tahun 2026 mengatur jumlah bantuan beras bencana menjadi 5 kilogram per jiwa untuk alokasi selama 14 hari masa tanggap darurat.
Ketentuan tersebut memperbarui aturan sebelumnya yang menetapkan bantuan sebesar 250 gram per jiwa per hari.
Pemutakhiran dilakukan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi wilayah yang terdampak bencana alam.
Rincian Bantuan Beras untuk Tujuh Kabupaten
Bapanas mencatat sejumlah alokasi bantuan untuk wilayah terdampak gempa NTT.
Kabupaten Manggarai mendapat 181,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler.
Manggarai Timur mendapat 278,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.
Ngada mendapat 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler.
Nagekeo mendapat 661,18 ton bantuan bencana dan 625,14 ton bantuan pangan reguler.
Sikka mendapat 28,41 ton bantuan bencana dan 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler.
Sementara Manggarai Barat mendapat 71,45 ton bantuan bencana dan 1,34 ribu ton bantuan pangan reguler.
Adapun Ende mendapat 18,58 ton bantuan bencana dan 1,5 ribu ton bantuan pangan reguler.
Dua kabupaten tersebut menjadi tambahan dalam alokasi penanganan bencana gempa di NTT.
1,69 Juta Ton CBP Sudah Digelontorkan
Selain memastikan stok aman, pemerintah terus menggelontorkan CBP melalui berbagai program untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar.
Bapanas mencatat total realisasi penggelontoran CBP secara nasional hingga 24 Agustus 2026 telah mencapai 1,69 juta ton.
Realisasi tersebut terdiri dari penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Januari-Februari sebanyak 221,05 ribu ton.
Kemudian realisasi SPHP beras periode Maret-Agustus mencapai 688,98 ribu ton.
Bantuan Pangan dan Keadaan Darurat Terus Berjalan
Realisasi bantuan pangan tahap pertama mencapai 662,86 ribu ton, sedangkan bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan mencapai 59,83 ribu ton.
Sementara itu, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat mencapai 11,39 ribu ton, serta golongan anggaran sebanyak 53,68 ribu ton.
Dengan stok CBP yang mencapai 5,1 juta ton, pemerintah menegaskan kesiapan pangan nasional tetap menjadi prioritas, terutama menghadapi tantangan El Nino, gejolak harga pangan dunia, serta kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
El Nino boleh datang, harga beras dunia boleh bergejolak, tetapi pemerintah memastikan beras untuk rakyat tetap tersedia.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pendidikan | 3 hari yang lalu
Info Haji | 2 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Opini | 15 jam yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu




