Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Silaturahmi Lebaran Prabowo Bukan Basa-basi, Dave Sebut Strategi Besar Negara!

Laporan: Halim Dzul
Senin, 23 Maret 2026 | 19:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menerima silaturahmi masyarakat di Istana Negara - Foto: Dok Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto saat menerima silaturahmi masyarakat di Istana Negara - Foto: Dok Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Langkah Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Lebaran untuk menjalin komunikasi lintas daerah hingga antarnegara dinilai bukan sekadar basa-basi politik.
 

Ada pesan besar di baliknya.
 

Silaturahmi dengan para presiden terdahulu, komunikasi dengan kepala negara, hingga pendekatan lintas elemen disebut sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
 

DPR: Gestur Kenegaraan Sarat Makna
 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, langkah yang dilakukan Presiden Prabowo mencerminkan gestur kenegaraan yang penuh arti.
 

Menurutnya, silaturahmi dengan para pemimpin terdahulu bukan hanya tradisi tahunan saat Lebaran. Lebih dari itu, ada pesan kesinambungan kepemimpinan.
 

“Tindakan tersebut memperlihatkan komitmen dalam merawat persatuan nasional melalui simbol kebersamaan,” ujar Dave, Senin (23/3/2026).
 

Ia menegaskan, kesinambungan antar pemimpin menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan bangsa.
 

Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Konsolidasi
 

Dave melihat langkah Prabowo sebagai bentuk konsolidasi nasional yang halus namun kuat.
 

Silaturahmi lintas generasi kepemimpinan menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini tidak berjalan sendiri. Ada kesinambungan. Ada penghormatan terhadap pengalaman masa lalu.
 

“Ini penegasan bahwa kepemimpinan bangsa adalah proses berkelanjutan,” katanya.
 

Diplomasi Diperluas Lewat Momentum Lebaran
 

Tak hanya di dalam negeri, komunikasi yang dibangun Prabowo juga merambah ke level global.

Relasi dengan kepala negara lain di momentum Lebaran dinilai sebagai pendekatan diplomasi yang cair namun strategis.
 

Menurut Dave, ini mencerminkan gaya kepemimpinan terbuka di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
 

“Ini bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.
 

Pesan: Kepemimpinan Itu Kolektif
 

Lebih jauh, Dave menilai gestur tersebut membawa pesan penting: Bahwa kepemimpinan nasional bukan berdiri di ruang kosong.
 

Melainkan berakar dari pengalaman para pemimpin sebelumnya.
 

“Pembangunan bangsa adalah kerja kolektif lintas generasi,” tegasnya.
 

DPR Dukung Penguatan Persatuan
 

DPR pun menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo.
 

Upaya memperkuat persatuan, memperluas diplomasi, dan menjaga komunikasi dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan.
 

“Dengan komunikasi terbuka dan silaturahmi yang terjaga, Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Dave.
 

Lebaran, dalam konteks ini, bukan sekadar perayaan. Tapi juga panggung politik—yang dijalankan dengan cara yang halus.rajamedia

Komentar: